Headlines :
Home » » Hadiri Apeksi dan ICE di Dumai, Walikota Mojokerto Boyong Puluhan Pejabat

Hadiri Apeksi dan ICE di Dumai, Walikota Mojokerto Boyong Puluhan Pejabat

Written By Satu Jurnal on Selasa, 20 Mei 2014 | 23.51

Area parkir Pemkot Mojokerto lengang pasca di tinggal pejabat ke Kepri
Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus bertolak ke Kota Dumai, Kepulauan Riau (kepri) menghadiri rakernas Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Indonesia City Expo (ICE) 2014 tanggal 21-25 Mei.

Puluhan pejabat teras Pemkot Mojokerto level eselon II dan III diboyong walikota yang akrab disapa Kyai Ud tersebut semata untuk mengikuti helatan akbar pemerintah kota se Indonesia. 

Diperkirakan kurang lebih 30 orang kepala dinas, bagian, sekertaris dan staf ikut mengawal orang nomor wahid di kota kecil dengan dua kecamatan ini ke Kepri.

Para kepala Satker yang turut rombongan petinggi kota itu antara lain Kepala Bappeko, Kabag Hukum, Kepala Dishub, KPPT, Kabag Pemerintahan, Kabag Humas, dan Kepala BKD.

Selain mereka ada rombongan Kadiskoperidag Muhammad Zainuddin yang berangkat awal.

"Tidak sampai lah 30. Pak Zainuddin ada pameran," sergah Kabag Hukum Puji Harjono saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2014).

Menurut Puji, keberangkatan para pejabat dan staf itu melalui dua kloter.

Sementara soal anggaran, Puji menyebut seluruh awak rombongan yang berangkat ditanggung APBD. Transport dan akomodasi termasuk menginap di hotel. Bahkan, kebarangkatan mereka sudah dimulai Senin (19/5/2014).
Terbangnya rombongan gemuk para pengendali unit kerja di perkantoran Pemkot Mojokerto ke Kepri ini praktis menyebabkan pelayanan publik 'lumpuh'.

Sejumlah pihak yang berkentingan dengan para pejabat teras harus menelan kekecewaan lantaran tak dapat layanan para garda depan pelayan masyarakat tersebut.

Pun areal parkir yang biasa padat mobil plat merah jadi tampak lengang.

Apalagi Wakil Wali Kota Suyitno di saat yang bersamaan menghadiri acara nasional bulan bhakti gotong royong di Jakarta.

Hanya Sekdakot Mas Agoes Nirbito yang ngantor. Namun, Agoes menolak jika kepergian tugas stafnya mengganggu pelayanan.

"Pelayanan mana yang terganggu. Setiap instansi kan ada Kabid-kabidnya. Mereka bisa menangani itu karena pemerintah merupakan sebuah sistem" elak Agoes. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved