Headlines :
Home » » UN SMP di Mojokerto Diikuti 17.636 Siswa

UN SMP di Mojokerto Diikuti 17.636 Siswa

Written By Satu Jurnal on Jumat, 02 Mei 2014 | 23.22

foto ilustrasi (doc.istimewa)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 17.636 siswa SMP/Mts negeri dan swasta di Kota dan Kabupaten Mojokerto akan mengikuti ujian nasional (UN) mulai Senin (05/05/2014) pekan depan. 

Peserta UN SMP Kota Mojokerto sebanyak 2.720 siswa. Terdiri dari 67 siswa MTs dari dua lembaga, lalu 627 siswa SMP swasta dari delapan lembaga. Serta  2.026 siswa SMPN dari 10 lembaga. Total 10 lembaga SMPN itu terdiri dari sembilan SMPN dan satu SMP terbuka yang menggunakan fasilitas pembelajaran di SMPN 3.

Selain SMP Terbuka, ada satu sekolah lagi yang ujiannya digabung yakni SMP Al-Azhar. Empat siswa SMP Al-Azhar akan ujian di SMPN 6.

Sedang peserta UN SMP Kabupaten Mojokerto sebanyak 14.916 siswa. Mereka berasal dari 212 lembaga pendidikanl, yakni  10.050 peserta dari 113 SMP terdiri dari 39 SMPN dan 74 SMP swasta. Lalu 4.403 peserta dari 75 MTs terdiri dari empat MTsN dan 71 MTs swasta. Serta 17 siswa dari empat lembaga SMPLB. Juga 446 peserta ujian paket B dari 20 lembaga.

Sementara terkait pesiapan UN tersebut, dua dinas, Dinas P dan K Kota Mojokerto dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mengklaim sudah beres. 

’’Soal sudah tiba di Polresta, sudah disortir dan tidak ada kekurangan soal,’’ terang Kepala Bidang SMP/SMA Dinas P dan K Kota Mojokerto, Djasmani, Jum’at (02/05/2014). 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Mojokerto Yoko Priyono mengatakan, persiapan UN SMP sudah matang. Sejauh ini tidak ada kendala. ’’Soal UN sudah datang dan disimpan di Polres. Besok  akan dilakukan pemilahan,’’ katanya.

Kurang atau tidaknya jumlah soal yang dibutuhkan akan diketahui besok. ’’Kalau memang nanti ditemukan adanya kekurangan soal akan langsung kita mintakan ke provinsi,’’ ucap Yoko. 

memastikan bahwa tak ada joki ujian nasional (UN) yang beroperasi diwilayahnya. ’’Kita pastikan di Kabupaten Mojokerto tak ada joki-joki UN. Baik pada UN SMA yang telah usai maupun pada UN SMP minggu depan,’’ katanya Jumat (02/05/2014)

Sejak awal pihaknya mengaku sudah mensosialisasikan pesan Bupati Mustofa Kamal Pasha (MKP) agar pelaksanaan UN benar-benar berlangsung jujur. Guru, siswa dan seluruh pihak terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan UN berkomitmen untuk mengawal hal itu. 

’’Komitmen itu kita laksanakan dalam bentuk melaksanakan SOP (standar operasional dan prosedur) UN sebaik mungkin,’’ paparnya.

Mulai dari soal datang hingga disimpan di Polres, kemudian distribusi ke Polsek dan distribusi ke sekolah pada pagi hari saat pelaksanaan seluruhnya dikawal. 

Menurutnya tak mungkin ada kebocoran soal. Demikian pula saat pelaksanaan. Ada dua pengawas di kelas, juga ada polisi dan pengawas independen. Sehingga sangat membatasi peluang terjadinya kecurangan. 

’’Jadi tak mungkin bisa joki-jokian,’’ paparnya sembari menambahkan peluangnya kecil karena ada 20 varian soal. 

Sebagaimana UN SMA lalu, pada UN kali ini tiap ruang akan diawasi dua pengawas dan tiap lokasi akan dijaga satu polisi. Selain itu, juga ada pengawas independen. Bedanya, pengawas independen SMA berasal dari perguruan tinggi, sedangkan pengawas independen SMP berasal dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi. (one)





Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved