Headlines :
Home » » Jami’in Terapi Penderita Gangguan Jiwa dengan Pendekatan Kasih Sayang

Jami’in Terapi Penderita Gangguan Jiwa dengan Pendekatan Kasih Sayang

Written By Satu Jurnal on Kamis, 26 Juni 2014 | 16.39

Jombang-(satujurnal.com)
Belum adanya rehabilitasi penderita gangguan jiwa yang dimiliki Pemkab Jombang rupanya memacu semangat Jami’in, warga Desa Sumber, Kecamatan Jogoroto, Jombang untuk melakukan sentuhan. Sejak beberapa tahun lalu, ia menangani penderita gangguan jiwa dengan beragam penyebab dan latarbelakang. 

Ketelatenan dan kesabaran Jami’in menangani para penderita gangguan jiwa ini yang menyebabkan para pasiennya lebih cepat sembuh. Bahkan diantara pasiennya, kini ada yang menjadi relawan membantu dirinya. 

Saat ini tidak kurang dari 200 orang penderita gangguan jiwa yang ditanganinya. Sentuhan utama yang dilakukan Jami’in yakni melalui pendekatan kasih sayang. Pendekatan ini pula yang dijadikan label ‘Griya Kasih Sayang’. 

Setiap pagi, ratusan penderita gangguan jiwa dijawibkan jalan kaki mengelilingi jalan kampung. Tak berhenti disitu, mereka juga diharuskan menjalani olah raga senam dengan iringan musik. Setelah energi mereka terkuras untuk olahraga, Jami’in menyiapkan sarapan pagi,dilanjutkan mandi bersama.

Ia memetakkan tiga zona untuk penderita gangguan jiwa yang ditangani. yakni zona merah, zona, diantaranya zona mera,zona kuning dan zona hijau. “Untuk penderita gangguan jiwa yang baru datang dan belum tersentuh terapi, akan masuk pada zona merah. Namun selang seminggu penghuni zona merah bisa di bimbing langsung dipindah zona kuning,dan selanjutnya ke zona hijau,” terang Jami’in, Kamis (26/06/2014).

Penghuni zona hijau sudah bisa berinteraksi dengan relawan maupun warga sekitar. Mereka sudah bisa diajak bicara dan diarahkan. Ada tanggungjawab yang dibebankan kepada mereka, diantaranya memasak,membersihkan ruangan dan bercocok tanam. “Mereka diharuskan menjaga kebersihan dan diberi tanggung jawab,” imbuhnya. 

Pengelola Griya Cinta Kasih ini mengaku, selain dengan pendekatan, pasiennya diterapi rohaninya dan jasmaninya. “Meski pemulihannya sulit , tapi saya tetap berharap agar semua pasien penyandang ganggung jiwa bisa kembali hidup normal,” katanya. 

Sejumlah pasien mengaku betah di Griya Cinta Kasih. “Kita betah tinggal disini karena pengelolanya telaten dan kita juga dianggap sebagai anggota keluarga sendiri. Makanya, kita pun malas pulang. Ada kekhawatiran kalau pulang masih dikucilkan oleh keluarga atau warga sekitar,” ucap salah satu pasien. 

Terpisah, Heru Widjajanto, Kepala Dinas Transmigrasi Dan Ketenaga Kerjaan Kabupaten Jombang menyatakan, Pemkab Jombang menyambut baik dan mengapresiasi pengelola Griya Cinta Kasih yang menampung dan melakukan terapi terhadap para penderita gangguan jiwa. ‘Pemkab (Jombang) belum memiliki tempat rehabilitasi untuk penderita gangguan jiwa. Adanya Griya Cinta Kasih ini tentunya sangat dibutuhkan,” katanya. (rg)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved