Headlines :
Home » » PPDB Online Gagal Launching, Dewan Panggil Telkom dan Dinas P dan K

PPDB Online Gagal Launching, Dewan Panggil Telkom dan Dinas P dan K

Written By Satu Jurnal on Minggu, 15 Juni 2014 | 18.36

Mojokerto-(satujurnal.com)
Komisi III DPRD Kota Mojokerto memastikan menggelar hearing dengan PT Telkom dan Dinas P dan K Kota Mojokerto beberapa hari mendatang. Menyusul tertundanya launching website )  penerimaan peserta didik baru (PPDB) Online yang sedianya digulirkan 10 Juni lalu.

Komisi yang membidangi kesra ini bahkan akan meminta PT Telkom mendemokan aplikasi garapannya yang dibeli Pemkot sekitar Rp 200 juta tersebut.

"Dalam pekan ini,Telkom harus kita hadirkan di dewan. Bersama dinas P dan K selaku penyelenggara (PPDB) harus praktik di depan kami. Mereka harus menjamin bahwa server dan seluruh variabel perangkat siap seratus persen. Jangan ada pelayanan yang merugikan masyarakat karena anggaran sudah disediakan," kata Fanani, anggota DPRD Kota Mojokerto, Minggu (15/06/2014).

Tertundanya launching website, memunculkan tanda tanya besar. Bahkan kesiapan PPDB online di Kota Mojokerto mulai diragukan. Setidaknya jadwal dan tahapan PPDB sistem online untuk pertama kali dalam penerimaan peserta didik baru di kota ini terbengkalai. Minggu ini, idealnya seluruh kesiapan sudah matang. Server dan seluruh aplikasi sudah bisa diakses dengan baik dan terbuka untul umum.

Namun hingga saat ini, website yang diprogram khusus untuk PPDB www.mojokerto.siap-ppdb.com belum juga bisa dibuka dengan sempurna. Masyarakat yang hendak mencoba pun tidak bisa mengakses. Hanya ada kalimat siap PPDB tanpa didukung informasi pendukung dan tata cara pelaksanaan PPDB online. Jangankan tata cara, informasi seputar jadwal PPDB saja tidak ada di web.

"Kami tidak pernah tahu bagaimana cara mendaftar PPDB online. Tidak diberi tahu. Minimal di balai-balai RW ditempel biar orang kampung tahu," kata Muhammad Solikin, warga Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Minggu (15/06/2014).

Orang tua ini mulai ikut sibuk memikirkan anaknya yang hendak ke SMA. Dia berharap agar masyarakat terbantukan dengan sistem online. Apalagi tahun ini, kesempatan warga khusus Kota Mojokerto semakin besar diterima di sekolah negeri. Warga dengan ber-KK atau domisili di dalam kota tersedia pagu 90 persen. Mereka juga berhak atas SPP gratis hingga SMA.

Namun, kesiapan PPDB online di kota ini mulai dicemaskan. Tidak saja bentuk konkrit web yang belum terakses. Hingga saat ini, sejumlah sekolah juga masih menunggu kesiapan operasional.

"Sejauh ini belum ada pelatihan khusus teman-teman guru sebagai operator. Kami sedang menunggu ini," ucap Kepala SMKN 1 Mojokerto Harol Krisyandoko.

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto telah menetapkan jadwal PPDB online dibuka pada 27 - 30 Juni. Waktu yang tinggal menyisakan tidak sampai dua minggu itu belum didukung kesiapan teknik. Bahkan jadwal launching yang seharusnya pada 10 Juni lalu gagal dilakukan. 

"Minggu ini, kami baru akan diujicobakan di sekolah-sekolah bersamaan wali murid," kata Sekertaris Dinas Pendidikan Sunardi.

Sunardi yakin, PPDB online untuk kali pertama di daerahnya akan berjalan sesuai harapan. Meski di awal-awal muncul polemik mengenai kategori siswa luar kota dengan tidak melihat KK. Untuk online ini, Dindik menggandeng Telkom untuk server dan jaringan. Dindik mengeluarkan anggaran sekitar Rp 200 juta khusus untuk PPDB online. (one)








Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved