Kadinas P dan K Perintahkan Telkom Buka Askes Kuota Siswa Luar Kota

Mojokerto-(satujurnal.com)
Hearing PPDB online yang digelar lintas Komisi DPRD Kota Mojokerto dengan Dinas P dan K dan PT Telkom, Jum'at (11/07/2014) menguak fakta jika Kepala Dinas P dan K Kota Mojokerto, Hariyanto memerintahkan  kepada PT Telkom Cabang Mojokerto agar membuka kuota luar kota usai penutupan pendaftaran PPDB Online 3 Juli 2014. Padahal, kuota luar kota sudah terpenuhi sesuai ketentuan, yakni 10 persen dari kapasitas siswa yang diterima di setiap sekolah.

Perintah Hariyanto diungkap Agus, salah satu pejabat PT Telkom, menanggapi pertanyaan Paulus Swasono Kukuh, anggota Komisi II terkait lambannya akses situs PPDB Online menjelang penutupan pendaftaran.

"Bahwa sistem PPDB online terjadi penurunan kapasitas penerimaan loading pada tanggal 3 Juli 2014 pukul 14:45 WIB berjalan sekitar 10 menit, akibat adanya perbaikan algoritma yang diminta oleh dinas (kepala Dinas P dan K, Hariyanto) untuk merubah atau membuka kuota luar kota dengan merubah aloritma 10 persen. Setelah dirubah harus ada reset dan itu mengurangi daya akses sekitar sepuluh menit. Setelah itu berjalan normal," papar Agus.

Tak pelak, jawaban Agus membuat anggota Dewan terhenyak. "Jadi memang atas perintah Kepala Dinas (Hariyanto) ya pembukaan kuota itu," tanya Sunarto, Ketua Komisi III, mempertegas.


Sunarto pun menengara jika ada unsur kesengajaan hingga terjadi kemacetan akses. Seiring dengan itu Hariyanto mengambil kebijakan tergesah-gesah dengan mengabaikan ketentuan dalam Perwali.



"Kalau faktanya begitu, tentunya boleh kalau saya mencurigai ada sesuatu dibalik kemacetan akses," tandasnya.


Di hari terakhir pendaftaran 3 Juli, grafik penerimaan siswa di dua level sekolah ini naik tajam. Namun bukan karena terpenuhinya pagu 90 persen, tapi karena dijejali siswa luar kota.

Hasil akhir pasca penutupan pendaftaran yang tersaji dalam situs www.mojokertokota.siap-ppdb.com, Kamis (03/07/2014) pukul 12:00 WIB, SMPN 5 tercatat paling banyak menampung siswa luar kota. Dari 287 siswa yang diterima, 135 siswa atau 46,88 persen merupakan siswa luar kota. Lalu SMPN 3 yang menjaring 235 siswa, 43,80 persen atau 106 siswa berasal dari luar kota. Menyusul kemudian SMPN 6 yang menampung 91 siswa luar kota atau 37,14 persen dari 178 siswa yang diterima. Di sekolah ini, masih tersisa 67 bangku atau mendekati 2 rombel. Sementara SMPN 7 yang menerima 177 siswa, sebanyak 36,72 persen atau 65 siswa merupakan siswa luar kota. Dan SMPN 8 menampung 39 siswa luar kota atau 16,12 persen dari total 241 siswa yang diterima. 

Lebih parah terjadi di level SMAN. Tak satu pun sekolah yang mampu menjaring siswa sesuai pagu. SMAN 1 tercatat paling gemuk menampung siswa luar kota. Dari 307 siswa yang diterima, 155 siswa atau 50,32 persen berasal dari luar kota. SMAN 2, dari 309 siswa yang diterima, 50 siswa atau 16,18 persen merupakan siswa luar kota. Sedang SMAN 3, dari 226 siswa yang dijaring, 93 siswa atau 41,15 persen adalah siswa luar kota.(one) 






Labels: pendidikan

Thanks for reading Kadinas P dan K Perintahkan Telkom Buka Askes Kuota Siswa Luar Kota. Please share...!

0 Comment for "Kadinas P dan K Perintahkan Telkom Buka Askes Kuota Siswa Luar Kota"

Back To Top