Headlines :
Home » , » BBM Langka, Siswa SMK Usung Mogas

BBM Langka, Siswa SMK Usung Mogas

Written By Satu Jurnal on Minggu, 31 Agustus 2014 | 18.51

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang belakang meluas di berbagai daerah hingga memicu keresahan masyarakat, rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi siswa SMK Taman Siswa Kota Mojokerto. 

Siswa kejuruan di sekolah swasta ini berinovasi dengan modifikasi sepeda motor berbahan bakar premium menjadi bahan bakar gas elpiji. 

Uji coba peralihan bahan bakar untuk kendaraan bermesin roda dua yang dinamai mogas (motor gas) ini ternyata patut mendapat apresiasi. Karena selain tak menguras kocek lebih dalam dibanding harga BBM, bahan gas elpiji ini lebih aman dan ramah lingkungan. 

Yankun, guru SMK Taman Siswa Kota Mojokerto yang menjabat ketua program keahlian teknik mengatakan, inovasi peralihan motor berbahan bakar premium menjadi berbahan bakar gas elpiji (mogas) merupakan terobosan yang dilakukan siswanya, menjawab keresahan masyarakat soal kelangkaan BBM. 

“Ide awal dari para siswa. Sebagai guru, saya sebatas memberikan bimbingan teknis,” katanya, Minggu (31/08/2014).

Dengan sepeda motor berbahan bakar alternatif ini, lanjut Yankun, diharapkan masyarakat lebih menghemat BBM. “Yang pasti sepeda motor bahan bakar elpiji lebih irit dari soal biaya. Karena yang digunakan tabung gas elpiji tiga kilo yang masih bersubsidi,” paparnya. 

Sisi aman sepeda motor berbahan bakar elpiji, lanjut Yankun, didapat dari pengaturan instalasinya. “Selain irit, bahan bakar gas elpiji ini juga merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Karena tidak ada asap dari dari sisa hasil pembakaran. Bau menyengat seperti motor yang  berbahan bakar premium juga tidak ada. Sehingga dapat kita pastikan akan sangat tepat dijadikan bahan bakar motor yang saat ini menjadi masalah di masyarakat.

Menurutnya, peralihan dari bahan bakar premium ke gas elpiji hanya sedikit merubah instalasi dari tangki premium menjadi tangki tabung gas. Ini dapat dilakukan dengan pemasangan konveyer sebagai pengubah bahan bakar cair ke gas. Lalu mengubah karburator. Karburator diambil pelampungnya dan mengganti spuyer atau komponen yang mengatur udara dari tabung menuju mesin. 

Pertama tama yang harus dilakukan yakni melepas tangki dan memasang tabung elpiji. Tabung ini cukup ditempatkan dengan posisi ruang tangki sebelumnya ditempatkan serta dan memasang regulator layaknya dipasang di kompor gas.

Dari tabung gas di alirkan gas elpiji dengan slang yang menuju konveter dimana alat ini mengatur udara dan tekanan gas. Selain itu konverter juga mengamankan tekanan udara tinggi dari selain gas elpiji. Sehingga menjadi pengaman apabila ada udara atau percikan api hanya berhenti di konverter tidak sampai masuk kedalam tabung elpiji yang berakibat meledaknya tabung elpiji.

Selanjutnya gas mengalir menuju karburator yang sudah dimodifikasi dengan melepas pelampung. Karena pelampung kali ini tidak berfungsi,  gas langsung masuk dengan spuyer yang juga sudah diganti dengan ukuran lubang yang lebih kecil, sehingga pengeluaran gas lebih kecil yang cukup untuk melakukan pembakaran di mesin motor. 

Dengan terpasangnya seluruh instalasi ini, gas sudah masuk  kedalam mesin menuju pembakaran dengan letupan api pada busi dan menggerakan piston pada motor yang merubahnya menjadi tenaga gerak yang me njalankan mesin motor layaknya mesin berbahan bakar premium pada umumnya. (wie) 

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved