Headlines :
Home » » Fraksi Murni Incar Posisi Ketua Komisi

Fraksi Murni Incar Posisi Ketua Komisi

Written By Satu Jurnal on Minggu, 31 Agustus 2014 | 17.47

Anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2009-2014 usai pelantikan, Rabu (27/08/2014)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Tensi Politik di gedung DPRD Kota Mojokerto terus meninggi. Menyusul bakal dibentuknya alat kelengkapan Dewan. Lima fraksi murni dan satu fraksi gabungan yang baru diumumkan strukturnya Jum’at (30/08/2014) pekan lalu mulai berebut jabatan strategis di Komisi, Badan Kehormatan (BK) dan Badan Legislasi (Banleg).

Perebutan sengit  jabatan ketua di tiga alat kelengkapan Dewan ini bakal mengemuka, begitu masing-masing fraksi memasukkan anggotanya di tiga Komisi untuk mengawal kepentingan induk partai masing-masing.

Fraksi gabungan yang dibidani enam anggota Dewan asal tiga parpol, PPP, PKS dan Partai Demokrat diprediksi bakal mendapat batu sandungan besar tatkala harus berebut posisi ketua Komisi, ketua Badan Kehormatan (BK) dan Badan Legislasi (Banleg). Ini lantaran lima fraksi murni, F-PDIP, F-PKB, F-PAN,F-Partai Golkar (FPG), dan F-Partai Gerindra dikabarkan sudah bulat sepakat bagi-bagi kapling ketua Komisi, BK dan Banleg dengan menghadang laju fraksi gabungan.

“Muncul koalisi besar dan koalisi kecil untuk kepentingan jabatan ketua dalam agenda pembentukan alat kelengkapan Dewan. Lima fraksi murni dibawah barisan koalisi besar membentengi laju koalisi kecil yang notabene dihuni enam anggota Dewan yang berada di jalur fraksi gabungan,” ujar salah satu anggota Dewan yang berada di salah satu fraksi murni.
Barisan koalisi besar, ujar dia, bersepakat atas nama kepentingan parpol dan fraksi masing-masing, pasang target sapu bersih posisi ketua di tiga alat kelengkapan Dewan tersebut.

Komunikasi (lima fraksi murni) dilakukan setelah pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota Dewan. Palu politik yang diketuk, satu fraksi murni dapat ‘jatah’ satu posisi ketua dari tiga alat kelengkapan Dewan. Jadi jabatan ketua di tiga Komisi dipegang tiga utusan fraksi murni. Demikian juga dengan jabatan ketua BK dan Banleg,” ujarnya.

Soal ini, Purnomo, awak F-PDIP tak menampik. “F-PDIP mengincar posisi ketua Komisi I (bidang hukum dan pemerintahan). Untuk kandidat ketua komisi ini, partai mempercayakan pada Suliat,” katanya.

Menurut Purnomo, Suliat diposisikan duduk di pucuk pimpinan Komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu karena jabatan struktural di DPC PDI-P Kota Mojokerto yang disandangnya. “Partai (PDIP) memang menghendaki memegang Komisi I dan Suliat yang diusulkan,” ujar Purnomo, usai parpipurna pengumuman struktur keanggotaan fraksi-fraksi, Jum’at pekan lalu.

Hanya saja, meski sudah menyebut satu posisi ketua di salah satu Komisi, namun F-PDIP enggan membeber jabatan strategis lain yang dibidik.  “Kita lihat saja nanti,” ujar Purnomo, setengah diplomatis.

Setidaknya hingga detik ini, F-PDIP yang teratas dengan perolehan enam kursi sudah memasang dua anggotanya di dua jabatan strategis di tubuh legislatif daerah. Yunus Suprayitno disodorkan sebagai kandidat Ketua Dewan dan Suliyat yang digadang-gadang jadi ketua Komisi I.
Sementara FPG memasang target utama, menjadi leader di tubuh BK. “Target utama FPG, ketua BK,” ujar Sonny Basuki Raharjo, anggota Dewan petahana asal partai ‘kuning’ tersebut, Minggu (31/08/2014).

Sonny pun enggan membeber lebih jauh jabatan di luar ketua BK yang jadi target fraksinya. “Ya tentunya setiap fraksi akan berupaya semaksimal mungkin agar mendapat posisi di setiap alat kelengkapan Dewan. Ini sangat terkait dengan realisasi atas janji parpol ke masyarakat,” tukas dia.

Saat ini awak DPRD Kota Mojokerto 2009-2014 yang dilantik 27 Agustus 2014 lalu sudah memasuki agenda pembentukan alat kelengkapan Dewan. Selasa, 2 September 2014 lusa diagendakan pembahasan tatib Dewan dan pemilihan ketua dan wakil ketua Dewan definitif. Dua agenda ini diprediksi bakal mulus. Karena tidak akan ada perubahan yang signifikan dari acuan tatib Dewan sebelumnya.

Sementara nama kandidat ketua dan dua wakil ketua Dewan sudah diumumkan dalam paripurna pasca pembentukan fraksi-fraksi, Jum’at (29/08/2014) pekan lalu. Yunus Suprayitno (FPDIP) kandidat ketua Dewan, Umar Faruq (FPAN) dan Abdullah Fanani (FKB) kandidat wakil ketua Dewan.

“Jabatan ketua di alat kelengkapan Dewan untuk Badan Musyawarah dan Badan Anggaran melekat pada jabatan ketua dan wakil ketua, maka soal ini akan landai-landai saja,” ujar sumber tersebut.

Tapi, sergah dia, beda dengan jabatan pucuk di tiga alat kelengkapan Dewan lainnya, (Komisi, BK dan Banleg), perebutan sengit dan panas tidak bisa dihindarkan.

Ini karena fraksi gabungan dipastikan masuk di bursa calon ketua.  Koalisi besar pun akan pasang badan.

Namun dengan sistem pemilihan apapun, fraksi murni yang paling berpeluang memegang kursi ketua komisi, BK dan Banleg.  Apalagi, lobi-lobi antar fraksi murni sudah mengerucut.

“F-PDIP memimpin Komisi I, F-PAN mengendalikan Komisi II (perekonomian dan pembangunan) dan F-PKB menjadi nahkoda Komisi III (kesra), FPG memegang kemudi BK dan F-Partai Gerindra diplot di posisi pucuk Banleg,” ujar sumber tersebut. (one)



Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved