Headlines :
Home » » Lebaran Ketupat, Pedagang Janur Panen Rejeki

Lebaran Ketupat, Pedagang Janur Panen Rejeki

Written By Satu Jurnal on Minggu, 03 Agustus 2014 | 15.52

Jombang-(satujurnal.com)
Sehari menjelang ‘lebaran ketupat’, puluhan pedagang janur (daun kelapa yang masih muda) untuk selongsong ketupat di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kabupaten Jombang kebanjiran pembeli. Namun, meski permintaan janur meningkat, pedagang mengaku kesulitan mendapatkan papah janur di daerah setempat.  

Di banyak tempat, utamanya di los pasar dan di luar area pasar para pedagang janur ini mudah ditemui. Aktivitas berdagang sembari merangkai selongsong ketupat tak kalah kentalnya dengan aktivitas yang dilakukan pedagang lainnya. Mereka yang kebanyakan pedagang musiman, menawarkan ke pembeli dengan beragam harga, sesuai jumlah untaian janur dan selongsong yang ditawarkan.

Termurah, per ikat janur ditawarkan antara Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu, sedang selongsong ketupat Rp 2.ribu per ikat.

Yanto, salah satu pedagang selongsong ketupat mengaku telah berjualan selongsong ketupat sejak hari Jum’at (01/08/2014) lalu. Untuk papah janur, ia dapatkan dari Jember dan Lumajang. Ini lantaran papah janur di wilayah Jombang saat ini sangat sulit. “Untuk mendapatkan papah janur di wilayah sini (Jombang) sangat sulit. Terpaksa saya membelinya di Jember,” aku dia. 

Tak hanya pedagang jamur, pedagang ketupat dan kue lepet, kudapan dari bahan ketan, kejatuhan berkah lebaran ketupat tahun ini. Mereka mengaku menangguk untung lebih banyak daripada tahun kemarin. “Penjualan ketupat matang dan kue lepet meningkat mungkin keluarga sekarang tak mau repot-repot membuat kupat atau lepet. Lebih praktis beli matang,” kata salah satu pedagang kue lepet. 

Mengiringi lebaran ketupat ini, harga daging ayam tidak mengalami kenaikan. Namun harga daging sapi merangkak naik. Rupanya pedagang daging sapi memanfaatkan situasi dan ‘aji mumpung’ semata. Jika tak banyak permintaan, pedagang daging sapi memasang harga Rp 90 ribu per kilogram. Tapi jika permintaan naik tajam, harga daging ini mereka naikkan menjadi Rp 100 ribu. 

Untungnya kenaikan insidental ini tak berpengaruh pada daya beli. “Kalau naiknya (harga daging sapi) masih wajar, tentunya tidak masalah. Toh hanya sesaat, kata salah satu pembeli. (rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved