Headlines :
Home » » Pengadaan Seragam Batik Daerah, Semua Perajin Dilibatkan

Pengadaan Seragam Batik Daerah, Semua Perajin Dilibatkan

Written By Satu Jurnal on Rabu, 20 Agustus 2014 | 17.06

Mojokerto-(satujurnal.com)
Meski menyaring separoh dari total perajin batik untuk pengadaan seragam batik PNS Pemkot Mojokerto, namun Diskoperindag dan UKM memastikan akan melibatkan semua perajin. 

“Yang menerima order nantinya hanya sekitar 20 orang dari 40 perajin batik, tapi tidak berarti 20 perajin lainnya kita sisihkan. Semuanya kita libatkan,” kata Kepala Diskoperindag dan UKM, M Zainuddin, Rabu (20/08/2014). 

Dilibatkannya semua perajin batik untuk menggarap order Pemkot, ujar Zainuddin, bukan semata agar semua perajin kecipratan rejeki, namun agar terjadi alih ketrampilan batik cap. “Selama ini para perajin batik Kota Mojokerto menekuni batik tulis. Tentunya, agar nantinya semua perajin mampu mengambil peran dalam batik cap, ya harus dilibatkan. Soal pembagian peran dalam membatik secara cap itu, kita serahkan ke masing-masing kelompok,” tandasnya. 

Untuk kepentingan itu pula, sore tadi seluruh perajin batik dikumpulkan di Diskoperindag. “Para perajin (batik) kita kumpulkan kaitannya dengan order yang akan mereka terima dan hal apa saja yang harus mereka siapkan,” tukasnya.   

Diberitakan sebelumnya, Walikota Mas’ud Yunus menelurkan kebijakan kewajiban PNS Pemkot Mojokerto mengenakan batik lokal pada hari kerja tertentu. Hal itu dipertegas dengan Peraturan Walikota (Perwali)Mojokerto Nomor 16 Tahun 2014. APBD 2014 mengalokasikan Rp 1.473.784.600 untuk belanja batik daerah bagi 3.269 PNS.

Menurut Mas’ud Yunus, kewajiban semua PNS di lingkup Pemkot Mojokerto mengenakan pakaian batik batik khas Kota Mojokerto bagian dari semangat untuk bangga dengan karya sendiri. “Jangan membanggakan karya orang lain. Ini identitas budaya kita," katanya.

Semangat swadesi dengan menggunakan batik khas daerah sendiri, ujar Mas'ud Yunus, selain untuk lebih mencintai produk lokal yang notabene merupakan aset budaya daerah, juga untuk menggairahkan produksi batik lokal yang masih terengah-engah menghadapi kompetisi batik di market regional. (one)


Namun dari target pemakaian batik daerah pada bulan Juli meleset. Ini lantaran penggarapan batik cap yang akan ditangani para perajin batik lokal ini masih harus menunggu rampungnya cetakan motif batik yang dipesan dari Solo.


Sebelumnya, Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus mengatakan, kewajiban semua PNS di lingkup Pemkot Mojokerto mengenakan pakaian batik batik khas Kota Mojokerto bagian dari semangat untuk bangga dengan karya sendiri. “Jangan membanggakan karya orang lain. Ini identitas budaya kita," katanya.

Semangat swadesi dengan menggunakan batik khas daerah sendiri, ujar Mas'ud Yunus, selain untuk lebih mencintai produk lokal yang notabene merupakan aset budaya daerah, juga untuk menggairahkan produksi batik lokal yang masih terengah-engah menghadapi kompetisi batik di market regional. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved