Headlines :
Home » » Dishubkominfo Ancam Tindak Awak Bus Nakal

Dishubkominfo Ancam Tindak Awak Bus Nakal

Written By Satu Jurnal on Rabu, 17 September 2014 | 21.14

Mojokerto-(satujurnal.com)Ulah armada bus nakal yang mengabaikan keharusan masuk terminal Kertajaya, Kota Mojokerto di jalan bypass Kota Mojokerto kembali disorot. Selain menggerus retribusi daerah, pendapat  pemilik kios aneka rupa dan warung makanan merosot. Pun calon penumpang bus terpaksa harus tunggang langgang mengejar bus tujuan Surabaya atau Jombang yang berhenti di bahu jalan raya bypass, depan terminal.

Keluhan para pedagang terminal dan ketidaknyamanan calon penumpang moda angkutan umum itu pun terus mengalir ke otoritas terminal setempat.

“Kami segera melakukan evaluasi. Karena banyak masukan terkait cara pintas awak bus yang melangsungkan perjalanan tanpa transit ke terminal,” kata Kadishubkominfo Kota Mojokerto, Ruby Harintoko melalui Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik, Rabu (17/09/2014), menanggapi kondisi ketidaknyamanan tersebut. 

Dishubkominfo, ujar Ruby, akan mengambil langkah tegas. Semua armada bus diwajibkan masuk terminal. “Kecuali bus patas, semua armada bus harus masuk terminal,” tandasnya.

Untuk mengembalikan hak publik itu Ruby mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. “Kewajiban kami dalam hal penataan lalu lintas, termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas. Soal penindakan terhadap armada bus yang melanggar aturan itu yuridiksi kepolisian,” imbuhnya.

Disebut Ruby, ulah awak bus yang enggan singgah ke terminal sejatinya sudah masuk dalam pantauan pihaknya. Sepanjang amatan pihaknya, jumlah awak bus yang nekat melaju kencang tanpa melewati terminal hanya hitungan jari semata. “Ya mungkin (awak bus) memanfaatkan kelengahan petugas. Yang pasti, begitu ada bus yang lewat tanpa masuk terminal akan diatensi petugas di lapangan,” kilahnya. 

Jadi, lanjut Ruby, jika ada awak bus yang tidak masuk terminal, bukan berarti petugas melakukan pembiaran. “Tetap kami tindak. Karena jalur pintas awak bus berdampak tidak saja pada turunnya angka pendapatan daerah dari sektor retribusi terminal, namun omset penyewa kios pun lambat laun tergerus,” akunya. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved