Headlines :
Home » » ILO : Pemkot Perluas Akses Difabel

ILO : Pemkot Perluas Akses Difabel

Written By Satu Jurnal on Rabu, 15 Oktober 2014 | 16.30

Pembukaan Job Fair II, Penyerahan Penghargaan ILO  'Kota Mojokerto Peduli Difabel' (foto :rahmad basuki/satujurnal)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Deputy Director, ILO (International Labour Organization) CO Jakarta,
Ms Michiko Miyamoto, mengapresiasi langkah Pemkot Mojokerto menggelar bursa kerja dengan membuka akses yang luas bagi penyandang difabel.

"Apa yang diinisiasi Kota Mojokerto merupakan inisiatif dan terobosan yang dapat membuka peluang kerja bagi penyandang difabilitas," kata Michiko saat menyatakan sambutan dalam rangkaian Job Fair II helatan Disnakertrans Kota Mojokerto, di GOR dan Seni Mojopahit, jalan Gajahmada Kota Mojokerto, Rabu (15/10/2014).

Job fair yang inklusif ini, ujar aktivis organisasi buruh internasional berkebangsaan Jepang tersebut, adalah suatu inisiatif yang baik yang memberi peluang, ruang dan perlakuan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk dapat mengakses kesempatan kerja.

"ILO menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas upaya menghilangkan batas rintangan para difable untuk berkegiatan lebih luas," katanya.

Pemkot Mojokerto, ujarnya, melangkah lebih maju untuk terwujudnya masyarakat inklusif, yakni sebuah masyarakat yang menjunjung keadilan, kesetaraan serta kesamaan hak bagi difabel, sehingga masyarakat difabel dapat berpartisipasi penuh secara inklusif dalam kehidupan sosial mereka.

Menurut Michiko, Indonesia sudah meratifikasi tentang hak-hak kaum difabel. Ratifikasi ini tertuang dalam UU No 19 Tahun 2011. UU ini dipertegas dengan PP 43/1998 yang mengamanatkan, pengusaha harus mempekerjakan sekurang kurangnya 1 (satu) orang difabel yang memenuhi persyaratan jabatan dan kualifikasi pekerjaan.

Sementara itu, Walikota Mas'ud Yunus mengatakan, Pemkot Mojokerto fokus pada penguatan masyarakat inklusif. "Di Kota Mojokerto tidak ada lagi diskiminasi difabel. Kita beri kesempatan yg sama bagi kaum difabel untuk meningkatkan SDM difabel," katanya.

Bahkan mulai 2014, semua perusahaan wajib menerima tenaga kerja difabel. "Kaum difabel adalah warga yang berhak dan memiliki kesempatan dan akses yang sama di dunia kerja. Dan job fair merupakan langkah awal menempatkan kaum difabel di sektor formal," cetusnya.

Dalam kesempatan ini Pemkot Mojokerto dan dua perusahaan di Kota Mojokerto, perusahaan sepatu PT Intidragon Surya Tama dan perusahaan rokok PT Bokormas mendapat penghargaan internasional dari ILO. 

Selain dua perusahaan itu, dalam waktu bersamaan tiga perusahaan di Surabaya juga mendapatkan penghargaan serupa. Yakni PT Generali, PT Info Media dan perusahaan handycraft Surabaya.

Pemkot Mojokerto diberi predikat 'Kota Mojokerto Peduli Difabel'

Kota Mojokerto merupakan kota yang pertama kali di Indonesia penerima penghargaan ILO karena kepeduliannya pada kaum difabel. 

Sementara itu, dalam Job Fair II, tercatat 40 perusahaan yang terlibat dalam di bursa kerja gratis tersebut. Dan jumlah lowongan kerja yang tersedia sebanyak 3.000. (one)










Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved