Headlines :
Home » » Pembunuh Sekeluarga Mengaku Lega Setelah Menghabisi Korban

Pembunuh Sekeluarga Mengaku Lega Setelah Menghabisi Korban

Written By Satu Jurnal on Rabu, 22 Oktober 2014 | 17.57



Jombang-(satujurnal.com)
Motif balas dendam akibat terus-menerus dituding mencuri menjadi alasan utama Ikshan (19) karyawan toko batik,yang membunuh tiga orang  sekaligus terhadap keluarga majikannya. Pembunuhan sadis ini ternyata sudah direncanakan oleh tersangka. Pasalnya tersangka  sudah mempersiapkan senjata tajam yang baru dibeli sebelumnya. Akibat perbuatanya pelaku pembunuhan tunggal ini terancam hukuman 20 tahun penjara.

Pembunuhan sadis yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam pada bagian perut dan punggung, yakni dua anak,  Rifan ( 9) ,Yoga (7) dan Fitriana, istri Hendriadi.

Tersangka seakan tidak menyesal dengan perbuatannya. Saat dimintai keterangan  penyidik, tersangka bahkan mengaku sangat lega karena ketiga korban sering menuduhnya setiap bertemu. Tersangka sudah sangat dendam dengan anak dan istri majikannya yang selalu menuduh mencuri pakaian di tokonya.

Dihadapan penyidik pelaku pembunuhan sadis ini tidak merasa bersalah ,lantaran sudah sangat dendam dengan majikannya.

Kompol  Sumarji, Wakapolres Jombang mengatakan, atas perbuatan tersangka dijebloskan sel tahanan bersama barang bukti sejumlah senjata tajam dan obeng serta tas yang digunakan pelaku saat menghabisi nyawa tiga orang dirumah korban. Tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang dalam satu keluarga di Jombang, tewas mengenaskan Rabu (22/10/2014) dinihari. Ketiga korban ibu dan dua anak, sedang bapak dari anak-anak tersebut dalam kondisi kritis, Beruntung polisi segera bisa menangkap pelaku yang ternyata bekas anak buah korban.

Sekitar pukul 02:00 dini hari polisi menggelar oleh tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Hendriadi di kompleks perumahan Sambong Permai Blok E-nomor 11, Kecamatan Jombang Kota.

Terdapat ceceran bahkan genangan darah segar di lantai dan karpet di ruang tamu.

Di rumah itulah empat korban dibantai pelaku bersama-sama saat tertidur lelap.

Pertama yang menjadi sasaran ayahnya atau sang bos toko busana batik. Mengetahui suaminya diserang pelaku isterinya melawan, namun justeru isterinya menjadi sasaran bacokan. Pelaku kian kalap dan akhirnya membunuh kedua anak pasutri tersebut yang tengah tertidur.  

Tetangga korban yang mendengar jeritan minta tolong segera mendatangi TKP, namun terlambat, pelaku sudah keluar rumah. Dua anak,  rifan dan yoga sudah meninggal dunia. (rg)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved