Headlines :
Home » » Wartawan ‘Muntaber’ Teror Pejabat Pemkot

Wartawan ‘Muntaber’ Teror Pejabat Pemkot

Written By Satu Jurnal on Senin, 27 Oktober 2014 | 18.36



Mojokerto-(satujurnal.com)
Sejumlah pejabat Pemkot Mojokerto mengaku gerah dan kesal dengan perilaku salah seorang yang mengaku bernama Yudi, wartawan media cetak Radar.

Operandi oknum wartawan ‘muntaber’ alias muncul tanpa berita ini telpon dan mengirim pesan singkat (SMS) ke beberapa pejabat. Prolog di SMS yang ia tebar awalnya bernada santun, meminta pejabat penerima SMS membantu mentransfer uang untuk salah satu wartawan yang disebutnya tengah sakit berat dan butuh donasi.

Sri Yuli, Kabid Pendidikan Non Formal Pemuda Olahraga dan Budaya Dinas P dan K Kota Mojokerto satu diantara korban oknum tersebut.

’’Dalam SMS dan teleponnya dia mengaku Yudi dari Radar,’’ kata Yuli, Senin (27/10/2014).
Tatkala oknum tersebut menelepon, Sri Yuli tengah rapat di Surabaya. ’’Karena HP saya silent, saya tidak tahu kalau ada telepon,’’ jelasnya.

Telepon tak diangkat pelaku lantas berkirim SMS. ’’Mungkin dia merasa diabaikan sehingga akhirnya bertubi-tubi kirim SMS,’’ ucapnya.

Mulai yang bernada halus sampai bernada caci maki. ’’Padahal saya tidak membalas karena memang sedang rapat,’’ akunya.

SMS pertama yang dia kirim cukup halus. ’’’Ass wr wb gimana kabarnya Bu Yuli? Mas Yudi Radar Pers,’’ tulis oknum tersebut.

Tak berselang lama, si oknum langsung menyampaikan permintaan. “Tolong jenengan bantu sak mampunya Mas Didik Bu Yuli, kasihan oprasi tumor otak di RS DR Soetomo Surabaya. Lewatkan nomor rekening Mas Didik sendiri Bu, biar tahu keluarganya. BCA.0331609748.a/n.Didik Purwanto. Terimakasih banyak Bu. Semoga banyak rejekinya. Amin. Salam dari rekan-rekan pers. Balas,’’ tulisnya.

Karena tak kunjung direspon, dia lantas memaki-maki. ’’Kata-katanya jorok, tidak layak jadi jurnalis,’’ kata Yuli sembari menunjukkan SMS terakhir yang berisi makian dan cacian dari pelaku. ’’ Nomor yang mengirim 085231595071. Tapi setelah itu saya telepon berkali-kali tidak diangkat,’’ ucapnya.

Pemimpin Redaki Jawa Pos Radar Mojokerto Yanuar Yachya menegaskan bahwa tidak ada wartawannya yang bernama Yudi. ’’Alhamdulillah wartawan kita juga tidak ada yang  sakit,’’ tuturnya. Nomor HP yang digunakan itu juga bukan milik wartawan Jawa Pos Radar Mojokerto.

Yudi eko Purnomo, wartawan Harian Bangsa menepis jika Yudi si peneror pejabat itu dirinya.’’Itu bukan nomor saya, saya tidak mungkin melakukan itu. Kalau memang ada yang mengatasnamakan saya, silahkan langsung konfirmasi ke saya,’’ ujarnya. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved