Headlines :
Home » » Gandeng 8 Angkot, Walikota Luncurkan Amari Gratis

Gandeng 8 Angkot, Walikota Luncurkan Amari Gratis

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 01 November 2014 | 18.26

Mojokerto-(satujurnal.com)
Transportasi massal jenis mikrolet kini tak lagi jadi tulang punggung transportasi di Kota Mojokerto. Agar angkutan kota (angkot) yang sempat berjaya di tahun 80-90 an itu menggeliat lagi, Pemkot Mojokerto menggulirkan program naik angkot gratis malam hari.

Usai uji coba beberapa hari dengan menggerakkan armada mikrolet line A dan B, mulai hari ini program naik angkot gratis itu resmi diberlakukan.

Ini ditandai dengan launching Amari (angkutan malam hari) Gratis dan Telecenter Palapa Mojokerto oleh Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus di parkir selatan Terminal Kertajaya, Sabtu (1/31/2014), tepat pukul 18:00 WIB.

Dari empat lyn, yang digratiskan lyn A dan B. Ini lantaran hanya dua lyn itu yang memiliki trayek dalam radius wilayah Kota Mojokerto.
"Program gratis naik mikrolet lyn A dan lyn B berlaku hari ini, mulai pukul 18:00 sampai 22:00," kata Walikota Mas'ud Yunus usai melepas 8 angkot bersama Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiji Suwartini di pul angkot area Terminal Kertajaya.

Layanan kembali normal keesokan harinya hingga pukul 18:00 WIB.

Penggratisan angkot, ujarnya, dijalankan dengan pola subsidi.

Menurut Mas'ud Yunus, Pemkot melalui Dishubkominfo menyiapkan subsidi Rp 6 ribu setiap penumpang kepada pemilik angkutan. "Dengan estimasi 12 penumpang per rit kita akan membayar Rp 72 ribu untuk sekali jalan. Angkot nantinya akan diberangkatkan setiap 15 menit," terangnya.

Armada berwarna kuning ini disiapkan untuk mengantar warga ke pusat keramaian seperti Jalan Benteng Pancasila, Alun-Alun, pusat kota Jalan Mojopahit, dan RSUD. Atau ke tempat-tempat pabrik yang biasa memberlakukan shift malam.

Diharapkan, dengan program ini akan lebih banyak lagi masyarakat yang dapat mencoba dan merasakan pengalaman menggunakan angkot gratis. "Kedepan diharapkan jumlah penumpang tetap mikrolet akan meningkat," katanya.

Menopang program ini Dishubkominfo juga menyiapkan jalur dan rambu-rambu khusus. Trayek khusus dengan rute Terminal Kertajaya - Benteng Pancasila – alun-alun – dan berakhir di depan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Surodinawan.

Langkah Pemkot ini sejatinya sudah lama diwacanakan. Namun, sepinya peminat kendaraan buatan Jepang yang berjaya era 90-an ini menjadikan langkah Pemkot Mojokerto menyuntik beragam terobosan kandas di tengah jalan.

Lima tahun lalu, Pemkot sempat mengguyur subsidi BBM. Subsidi itu untuk angkot yang mau beroperasi malam hari. Semangatnya, agar penghasilan awak angkot menanjak dan denyut kota Mojokerto kian hidup. Uji coba berjalan. Tapi dalam hitungan hari para awak angkot pilih angkat bendera putih. Menyerah. (one)










Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved