Headlines :
Home » , » Puluhan Motor Sampah DKP Terparkir di Gudang Perorangan

Puluhan Motor Sampah DKP Terparkir di Gudang Perorangan

Written By Satu Jurnal on Kamis, 20 November 2014 | 18.36

Mojokerto-(satujurnal.com)
Puluhan unit motor roda tiga untuk angkut sampah yang akan dibagikan ke setiap RW di wilayah Kota Mojokerto kini terparkir di gudang salah satu warga di lingkungan Blooto, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.

Motor-motor sampah yang didominasi warna oranye dan belum terpasang bak tertutup sebagian dari 180 unit motor sampah ini merupakan hasil belanja modal Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto melalui pos APBD 2014 senilai Rp 5,4 miliar.  

Miskan, salah satu penjaga motor sampah menuturkan, droping motor sampah itu mulai hari Sabtu pekan lalu. “Satu kali turun, 8 unit motor sampah yang diangkut truk besar. Sekarang disini sudah ada 80 unit,” terangnya seraya menyebut gudang yang ia jaga milik H Eko, pengusaha setempat, Rabu (20/11/2014).  

Soal pemasangan bak dan jumlah unit yang akan menyusul, Miskan mengaku tidak tahu sama sekali. “Saya hanya menjaga saja. Berapa jumlahnya atau hal lainnya, sama sekali tidak tahu,” akunya.

Sebelumnya, Kepala DKP Kota Mojokerto, Suhartono mengatakan, unit motor sampah merk Nozomi bermesin 150 cc itu hasil belanja modal pihaknya melalui lelang e-catalogue yang disediakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) dengan e-purchasing, atau sistem pembelian barang yang sudah didaftarkan ke dalam e-catalogue. Lelang tetap dilaksanakan, namun yang melakukan adalah pihak LKPP.

"Soal di gudang warga, itu urusan pabrik. Kan barangnya juga belum diserahkan,” imbuh Suhartono.

Sebanyak 180 unit armada sampah berupa motor sampah bakal disebar di 180 rukun warga (RW) se Kota Mojokerto. Diperkirakan, bulan Desember motor sampah model bak tertutup ini sudah bisa dioperasikan setiap RW.

“Soal spesifikasi dan harga sudah final. Penyedia barang saat ini sedang merakit bak sampah model tertutup di salah satu rumah warga di Kelurahan Blooto (Kecamatan Prajurit Kulon) itu,” kata Suhartono.

Meski nantinya setiap RW akan ada sarana kebersihan lingkungan berupa motor roda tiga pengangkut sampah, namun tidak dihibahkan ke perangkat RW, semata dipinjampakaikan.

“Unit motor sampah itu merupakan belanja modal, sehingga menjadi aset daerah. RW hanya berhak memakai saja,” imbuhnya.

Operator motor sampah, diserahkan masing-masing RW. “Setiap RW sudah ada kader kebersihan lingkungan. Siapa yang akan ditunjuk sebagai operator, menjadi otoritas RW dan kader (lingkungan),” tukas Suhartono.

Namun soal perawatan mesin dan kebutuhan suku cadang motor sampah dengan volume hingga 8 meterkubik tersebut, discover DKP. “Merk motornya Nozomi. Jenisnya Cargo. Harga penawaran penyedia barang, Rp 32,5 juta per unit dan terjadi harga final Rp 30 juta per unit. Saat ini menunggu penyerahannya, kemungkinan bulan depan (Desember),” tukasnya. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved