Headlines :
Home » » Harga Kedelai Import Melambung, Perajin Tahu Bertahan dengan Kedelai Lokal

Harga Kedelai Import Melambung, Perajin Tahu Bertahan dengan Kedelai Lokal

Written By Satu Jurnal on Senin, 22 Desember 2014 | 13.12

Jombang-(satujurnal.com)
Melambungnya harga kedelai import seiring melemahnya rupiah menyebabkan perajin tahu di Jombang bertahan menggunakan kedelai lokal,

Para pengrajin tahu beralasan, kualitas hasil kedelai lokal tidak kalah dengan  kedelai import,.

Saat ini harga kedelai import sudah mencapai harga Rp 9. 500 perkilogram. Harga kedelai import ini lebih mahal dari dari kedelai lokal yang berkisar 8000 perkilogramnya.

Wagini, salah satu pengrajin tahu yang masih bisa bertahan ini di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang,

Pengrajin ini masih bisa memproduksi tahu dengan normal tanpa terpengaruhi kenaikan harga kedelai import.

"Kualitas kedelai lokal tidak kalah dengan kedelai import. Selain lebih bagus kualitasnya, untuk tahu saat ini harganya juga lebih menguntungkan," kata Wagini, Senin (22/12/2014).

Pengrajin tahu pong ini sudah menekuni usahanya puluhan tahun silam. dengan pasar ke sejumlah wilayah jawa timur dan sekitarnya. Ia mengakui pernah menggunakan kedelai import namun karena harganya yang tidak stabil dia memilih menggunakan kedelai lokal.

Dia berharap stok kedelai lokal akan terus ditingkatkan petani dan pemerintah, sehingga pengrajin tahu tidak perlu khawatir kesulitan bahan baku saat harga kedelai import melambung tinggi, (rg)
Share this article :

1 komentar:

  1. Syukurlah banyak pabrik tahu jombang yg bangkrut, banyak pabrik tahu di jombang limbahnya mencemari sungai.

    BalasHapus

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved