Headlines :
Home » » Walikota Jadikan Kenduri Maulid Sebagai Agenda Tahunan

Walikota Jadikan Kenduri Maulid Sebagai Agenda Tahunan

Written By Satu Jurnal on Minggu, 18 Januari 2015 | 15.34

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kenduri atau makan bersama nasi kuning dan nasi gurih yang dilakukan ribuan orang di lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (18/1/2015) pagi, menjadi pamungkas peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini.

Gawe Pemkot Mojokerto memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bertajuk ‘Kenduri Maulid 2015 Layah’ yang melibatkan birokrat, ulama, tokoh masyarakat ini terbilang paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Tidak kurang dari 7.000 orang terlibat dalam kenduri massal di kota dengan dua wilayah kecamatan tersebut.

Ribuan layah, gerabah yang terbuat dari tanah liat yang lazim digunakan untuk penghalus bumbu dijadikan ikon peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Layah dijadikan wadah untuk nasi kuning dan nasi gurih yang disantap bareng ribuan orang tersebut.

“Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dimana pun di bumi Nusantara ini diakhiri dengan makan-makan bersama atau kenduri. Makan bersama ini sebagai luapan rasa cinta kepada Rasul,” kata Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus saat menyampaikan hikmah maulid.

Dikatakan Kyai Ud, sapaan birokrat ulama tersebut, maulidan sebagai tradisi untuk menyemarakkan syiar Islam perlu dilestarikan dengan format yang tak lepas dari kearifan lokal.

“Melestarikan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari upaya kita memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membentuk mental gotong royong yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Indonesia. Kita banyak belajar dan berempati dari acara ini. Sebab kita saling berbagi makanan antar warga,” cetusnya.

Jika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak dilestarikan, ujar Mas’ud Yunus, bisa saja tradisi itu akan meredup. “Esensi Maulid adalah  meneladani ketokohan Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya idola teladan yang seluruh ajarannya harus dibumikan. Makanya, siapa lagi yang akan melestarikan tradisi ini kalau bukan kita sendiri,” katanya.

Antusiasme masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kian memantapkan keinginan orang nomor satu di Kota Mojokerto ini untuk menjadikan ‘Kenduri Maulid’ sebagai agenda tahunan. “Di hari Idul Adha akan ada sate massal, di setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan ada kenduri massal,” pungkas Mas’ud Yunus.

Agenda tahunan itu, ujar Mas’ud Yunus, digelar untuk mendongkrak citra wisata di Kota Mojokerto.
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dikolaborasikan dengan tradisi setempat,kenduri massal yang dikemas apik dan inovatif tanpa menanggalkan nuansa religius ini, ujar Kyai Ud, tak lain untuk menarik hikmah keteladanan sang Nabi. Kegiatan kemanusiaan donor darah pun diusung dalam rangkaian kegiatan yang mulai berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved