Headlines :
Home » » Kembangkan Varian Lovebird, Dari Hobi Menjadi Bisnis

Kembangkan Varian Lovebird, Dari Hobi Menjadi Bisnis

Written By Satu Jurnal on Minggu, 01 Februari 2015 | 20.35

BURUNG LOVEBIRD atau burung cinta yang memiliki keindahan warna yang khas saat ini sedang diburu masyarakat untuk dijadikan hewan peliharaan

Yang menjadi daya pikat yakni  adalah keindahan warnanya dibandingkan burung kicau lainnya. Burung lovebird ini seolah mewakili namanya. Layaknya sepasang kekasih,  burung ini tampak selalu mesra dan setia dengan pasangannya.

Namun tahukah anda, burung yang memiliki beberapa spesies tersebut harganya kini harganya mulai turun. Kendati pun permintaan pasar masihh cukup tinggi terhhadap burung yang dikenal kesetiaannya pada pasangannya tersebut.

Semula burung lovebird atau burung cinta dipelihara karena keindahan warna bulunya. Namun seiring dengan perkembangan trend lomba suara burung maka love bird mulai dipelihara untuk memunculkan suara-suara khas yang melengking. 

Banyaknya permintaan pasar makin meningkatkan trend dan harga jual burung lovebird. Apalagi pemberian makanan berupa biji-bijian ataupun sayur dan minum yang cukup juga menggambarkan mudahnya memelihara burung lovebird.

Melihat potensi tersebut, seorang pecinta burung dari Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang Kota, Yusuf Wibisono mencoba peruntungan dengan menangkarkan burung lovebird. 

Hasilnya, mantan Sekdakab Jombang ini berhasil mengembangkan beberapa varian jenis lovebird selama dua tahun terakhir. Diantaranya lovebird pastel kacamata lovebird lutino bulu kuning mata merah lovebird golden cherry bulu hijau atau merah lovebird pied bulu biru kepala hitam, ataupun lovebird blue dominan bulu warna biru dan kehijauan.

Semua berhasil ia tangkarkan dalam sembilan kandang koloni berpasangan. Dari beberapa jenis lovebird ini yang paling diminati yakni jenis lovebird jenis lutino yang harganya mencapai dua hingga empat juta rupiah sepasangnya.

Dalam satu kandang terdapat empat hingga lima pasang lovebird yang dikembangbiakkan secara koloni. Dalam waktu tiga bulan usai proses pengembangbiakan ini sepasang lovebird siap untuk dipasarkan. Sayangnya,  kini harga lovebird cenderung menurun. Namun demikian  permintaan pasar masih cukup tinggi.(rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved