copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Meniti Minat Baca Dibalik Tembok Penjara

*) Upaya Lapas Mojokerto Intensifkan Budaya Baca Warga Binaan 

Di salah satu sudut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto sebelah utara mushallah kini disulap menjadi ruang perpustakaan.

Kendati masih sederhana, tanpa ada fasilitas untuk membaca, roda perpustakaan lapas yang sudah digerakkan tiga bulan silam ini berputar cukup cepat.

Dari 543 napi dan tahanan yang kini akrab disebut warga binaan itu, tercatat sudah lebih dari 1600 judul buku yang sudah mereka baca.

Ujar Kepala Lapas Mojokerto Urib Herunadi, minat baca sekaligus budaya baca warga binaan memang sedang diintensifkan melalui perpustakaan yang disebutnya mempunyai peran sentral dalam membina dan menumbuhkan kesadaran membaca itu.

“Ini juga agar waktu luang warga binaan tidak dibuang sia-sia. Mereka bisa memanfaatkan untuk hal-hal yang positif, salah satunya dengan membaca. Dengan membaca buku, warga binaan bisa terinspirasi dan termotivasi dan nantinya menjadi manusia yang lebih baik lagi,” katanya, Senin (02/2/2015).

Agar koleksi terjaga, lapas yang dibuka siang hari saja ini menerapkan aturan, buku yang dipinjam warga binaan paling lama satu pekan harus sudah dikembalikan. “Paling lama satu pekan buku yang dipinjam dan dibaca di dalam sel harus sudah dikembalikan. Ya agar kualitas buku terjaga, juga koleksi buku tidak macet di satu warga binaan saja,” katanya memberi alasan soal aturan main pinjam buku.

Dalam sehari, petugas perpustakaan lapas bisa melayani hampir 50 peminjam. Menurut salah satu petugas lapas yang didapuk menjaga perpustakaan, sejak awal dibuka, tak sedikit napi yang langsung mengantri untuk bisa masuk ke area perpustakaan. Seperti yang terlihat tadi, usai  salat dhuhur,  para napi langsung merangsek ruang perpustakaan.

Urib menyebut, bacaan tentang motivasi dan usaha dalam perdagangan kerap menjadi bacaan terfavorit. Hal itu juga tersirat dari daftar peminjam di perpustakaan. Berbagai judul buku tentang tata cara mengawali usaha menjadi bacaan pilihan pertama. Sedangkan, novel menjadi pilihan terbanyak kedua. ’’Saya melihat, para warga binaan sudah banyak yang ingin melakukan hal positif saat bebas nanti,’’ ucapnya.

Menjadi peminjam buku di perpustakaan ini, kata Urib, tak hanya akan menambah wawasan saja. Akan tetapi juga menjadi salah satu unsur penilaian. Dengan berperilaku baik, yang bersangkutan akan lebih mudah mendapat pembebasan bersyarat.

Diakui Urib, koleksi perpustakaan di lapas yang ia pimpin yang didapat dari Perpustakaan Nasional, Kantor Arsip dan Perpustakaan Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto memang masih terbatas. Padahal, koleksi perpustakaan merupakan pilar dan nafas dalam meningkatkan minat baca warga binaan itu sendiri.

“Masih butuh pengembangan koleksi, dari jumlah, jenis maupun mutunya. Kalau ada lembaga atau masyarakat yang berpartisipasi menambah koleksi perpustakaan lapas, kami sangat welcome. Tapi tentunya kami akan tetap memfilter, jangan sampai kesusupan buku ‘ekstrim’,” katanya. (one)


uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang
Labels: serba-serbi

Terima Kasih Telah Membaca Meniti Minat Baca Dibalik Tembok Penjara. Silahkan Berbagi...!

0 Comment for "Meniti Minat Baca Dibalik Tembok Penjara"

Back To Top