Headlines :
Home » » PWI Mojokerto Tantang Forpimda ‘Blak-blakan’

PWI Mojokerto Tantang Forpimda ‘Blak-blakan’

Written By Satu Jurnal on Senin, 09 Februari 2015 | 22.54

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kritik konstruktif terhadap insan pers Mojokerto disematkan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa dan Walikota Mojokerto,  Mas’ud Yunus saat berlangsung helatan ‘Malam Tasyakuran’ PWI Mojokerto di Balai Kota, Graha Praja Wijaya, Pemkot Mojokerto, Senin (09/2/2015).

Bupati MKP (sapaan populer Mustofa Kamal Pasa) blak-blakan mengkritisi kinerja awak media. Seloroh dan lontaran terhadap wartawan ‘abal-abal’ hingga wartawan yang disebutnya penyaji fakta diartikulasikan secara kental dan lepas. Bupati yang memastikan diri Running Pilbup Mojokerto 2016 ini pun menaruh harapan besar terhadap wartawan sebagai penghubung informasi pemerintah dengan masyarakat.

“Tugas wartawan itu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, menyajikan berita yang tak berbobot, tendensius dan cenderung memojokkan nasa sumber,” ucap MKP.

Dalam beberapa hal, lanjut MKP, munculnya berita minor tak lepas dari renggangnya hubungan wartawan dan nara sumber atau pejabat. “Makanya, perlu dibangun kemitraan yang kuat antara birokrasi dan wartawan. Tentunya dalam arti positif. Kritis pun harus yang membangun, jangan menyudutkan, apalagi menghakimi,” pesan dia.

Sementara itu, Walikota Mas’ud Yunus hanya memberi kesan sekaligus mengingatkan agar wartawan berada pada rel yang benar. “Memberitakan yang benar itu pahalanya sebanyak orang yang membaca. Tapi kalau memberitakan secara salah, hingga merugikan orang lain atau lembaga, dosanya sebanyak orang yang membaca pula,” ujar birokrat ulama yang akrab disapa Kyai tersebut.

Sedang tiga pejabat vertikal, Kajari Mojokerto, Mursito SH, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Bambang Widiyatmoko dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol ARM Putrasanto  Gatot Sri Handayani S.Sos, mengapresiasi kerja-kerja jurnalistik, tak terkecuali awak media yang tergabung dalam PWI Mojokerto. “Kecepatan berita yang disajikan wartawan diatas informasi yang diserap intel Kodim. Kerja wartawan memang patut diacungi jempol ,” puji Dandim.  

Semua kritik dan saran pejabat yang tergabung dalam Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Mojokerto tersebut merupakan respon terhadap ‘tawaran’ Ketua PWI Mojokerto, Andung Achmad Kurniawan agar mereka menyampaikan uneg-uneg tentang kerja-kerja jurnalistik, khususnya tugas yang dipanggul wartawan.

“Kami meminta agar pejabat dan publik tak segan memberi kritik maupun masukan terhadap wartawan maupun PWI secara kelembagaan. Kritik yang konstruktif kita butuhkan untuk peningkatan kinerja wartawan,” katanya.

Nasi tumpeng dan kue tar disuguhkan di ujung helatan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2015 tersebut.

Sebelumnya, Senin (09/2/2015) pagi tadi, HPN 2015 diperingati PWI Mojokerto dengan bhakti sosial fogging di Desa Mojodadi, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Awak PWI Mojokerto memilih fogging atau pengasapan dengan menggandeng dinas kesehatan setempat, lantaran 13 warga di desa ini terserang demam berdarah, tiga diantaranya dinyatakan positif demam berdarah dengue (DBD).

Ketua HPN 2015 PWI Mojokerto, Handi Firmansyah mengatakan, kegiatan pengasapan dikerucutkan sebagai salah satu agenda memperingati hari pers tersebut, selain sebagai wujud empati insan media terhadap mewabahnya DBD hingga Kabupaten Mojokerto dinyatakan KLB DB, juga sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap wabah penyakit yang masih menjadi momok lantaran ‘kejutan’ yang acapkali muncul akibat virus penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti tersebut. “Dengan pengasapan, kita harapkan tidak muncul lagi kasus DBD di desa ini,” ujar Handi diamini Kades Mojodadi, Agus Cemani, serta camat dan unsur muspika Kecamatan Kemlagi. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved