Headlines :
Home » » Ratusan Lansia Ramaikan Pesantren Kilat di Ponpes Darul Ulum Jombang

Ratusan Lansia Ramaikan Pesantren Kilat di Ponpes Darul Ulum Jombang

Written By Satu Jurnal on Selasa, 23 Juni 2015 | 14.44

Jombang-(satujurnal.com)
Ratusan perempuan lanjut usia (lansia) dari berbagai daerah berburu berkah dengan mengikuti pesantren kilat di ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan Jombang. 

Pesantren kilat di salah satu ponpes tertua di Jombang ini sudah menjadi tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun silam.
Pesantren kilat mereka ikuti, selain memperbanyak ibadah seperti dzikir dan mengaji juga sebagai persiapan menjelang ajal tiba.

Selama menjadi santri kilat, sebulan penuh ratusan lansia rela tinggal di dalam masjid pesantren.

Kyai Haji Cholil Dahlan, pengasuh pesantren lansia ponpes Rejoso mengatakan, pesantren kilat tahun ini diikuti 261 lansia. Usia lansia peserta antara 60 tahun hingga 90 tahun.

Selama mengikuti pesantren kilat mereka menempati masjid pesantren setempat. "Para lansia ini untuk memperbanyak ibadah mulai dari mengaji dzikir hingga shalat dilakukan dengan penuh kekhusukan," terangnya.

Menurutnya, tradisi pesantren kilat lansia ini sudah menjadi tradisi tahunan di pondok yang berdiri pada tahun 1885 tersebut.

"Tujuan pesantren kilat lansia untuk memberikan bimbingan, dengan lebih mengintensifkan amalan dzikir dan istighotsah, sehingga para santri lansia bisa berusaha ribath atau bersiaga selalu di jalan Allah. Mereka bisa fokus dalam menunaikan semua ibadah fardlu maupun sunnah.
"Tradisi pesantren kilat lansia ini sudah berlangsung sejak tahun 1930-an silam dengan nama tariqoh Qodiriyah tariqoh Wannaqsabandiyahqodiriyah  yang dibawa pertama kali oleh Kyai Cholil Al Zuremi dan dilanjutkan oleh Kyai Mustain Romli. Hingga saat ini diamalkan oleh generasi penerusnya sebagai mursyid-nya Kyai Dimyati Romli," terangnya.
Sri Minah, salah seorang lansia berusia yang berasal dari Purwoasri, Kediri purwoasri mengatakan, selama mengikuti pesantren kilat di bulan suci ramadan berbagai macam kegiatan ibadah diikutinya, seperti istigosah dzikir dan doa. 

Selain bertujuan memperkuat keimanan dan ketaqwaan juga sebagai bekal persiapan menjelang ajal tiba.
Tak hanya lansia, ibu-ibu juga mengikuti kegiatan pesantren kilat. Salah satunya Hajjah Rohimah, seorang ibu rumah tangga asal Blegah Bangkalan, Madura yang sudah enam kali mengikuti pesantren kilat di bulan ramadhan.

"Awalnya saya hanya mengantarkan anak dan cucu yang mondok disini. Tapi saya merasa terpanggil untuk memperbanyak ibadah. Saya pun berinisiatif mengikuti pesantren kilat ini selama bulan suci ramadhan. (rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved