Headlines :
Home » » Dewan Sorot Proyek Parkir SMPN 2 Rp 1,8 M

Dewan Sorot Proyek Parkir SMPN 2 Rp 1,8 M

Written By Satu Jurnal on Minggu, 26 Juli 2015 | 19.17


Mojokerto–(satujurnal.com)
Proyek pembangunan parkir dan lapangan di SMP Negeri 2 Kota Mojokerto senilai Rp 1,8 miliar diatensi khusus kalangan Dewan setempat.

Dinilai anggaran yang diploting untuk dua item kegiatan di sekolah favorit itu fantastis jauh diatas kapling anggaran prasarana sekolah lainnya.

Sinyalemen bergulirnya anggaran sebelum perencanaan final pun menjadi alasan bagi Dewan untuk memperketat pengawasan proyek tersebut.

Dua komisi di tubuh lembaga legislatif daerah ini, yakni Komisi II (perekonomian dan pembangunan) dan Komisi III (pendidikan dan kesra) akan melakukan investigasi khusus untuk proyek yang bersumber dari DID (dana intensifikasi daerah) yang diplot di APBD 2015 tersebut.

"Informasi awal yang kami dapat dari kepala sekolah (SMPN 2), pagu anggaran sebesar Rp 1,8 miliar diberikan secara 'gelondongan' oleh Dinas Pendidikan. Sekolah diberi kewenangan mengolah untuk proyek prasarana. Janggal, tanpa perencanaan kok sudah dimunculkan angkanya. Ini yang akan kita gali," cetus Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto Junaedi Malik, Minggu (26/7/2015).

Menurutnya, jika Dinas Pendidikan hanya bagi-bagi kue DID tanpa mempertimbangkan skala prioritas pembangunan prasarana sekolah secara keseluruhan, bisa dipastikan program peningkatan mutu pendidikan hanya isapan jempol.

"Kalau tanpa pertimbangan skala  prioritas, maka angka sebesar itu bisa bermuara pada pemborosan anggaran. Karena 
banyak sekolah yang masih kekurangan ruang sekolah dan membutuhkan perbaikan, tapi dikesampingkan," telisik Juned, sapaan karib politisi PKB tersebut. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Mojokerto Sonny Basuki Rahardjo menyebut dari sisi prioritas memang proyek itu dibutuhkan. Karena tak ada lahan parkir sepeda pelajar diparkir di gang sebelah timur sekolah. Ada tukang parkir yang memungut jasa Rp 1.000 per sepeda.

’’Artinya, sangat penting untuk dilakukan pembangunan parkir agar siswa mendapat fasilitas gratis,’’ ujarnya.

Nantinya, pembangunan parkir di SMPN 2 itu akan dibangun di lantai 1. Sementara, lantai dua bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar. 

Pembangunan itu untuk menyiasati ruang sekolah yang sudah menyempit. ’’Bahkan, untuk lapangan saja sudah pas-pasan,’’ ungkap politisi Golkar tersebut.

Pembangunan lahan parkir dengan anggaran yang sangat besar juga terjadi di SMA Negeri 3, Jalan Pemuda. Kata Sonny, sekolah ini harus rela menyewa lahan parkir untuk murid-muridnya. Per tahun menghabiskan anggaran Rp 6 juta.

Meski pembangunan ini dinilai sangat urgen, namun Sonny menegaskan, anggaran yang sangat besar itu akan mendapat perhatian serius dari para wakil rakyat. Ia mewanti-wanti agar tak  ada oknum yang bermain di proyek itu. 

"Fungsi pengawasan Dewan akan kita optimalkan. Jangan sampai bermain-main dengan proyek,’’ ingat dia. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved