Headlines :
Home » » PKL Alun-alun Minta Dukungan Dewan

PKL Alun-alun Minta Dukungan Dewan

Written By Satu Jurnal on Selasa, 07 Juli 2015 | 23.52


Mojokerto-(satujurnal.com)
Sinyal lemah pemberian ruang dagang bagi PKL di Alun-alun Kota Mojokerto oleh pemerintah daerah setempat rupanya tak menyurutkan langkah para pedagang di sektor informal tersebut. 

Belasan PKL yang mewakili 121 PKL  melangkah ke gedung dewan setempat, meminta para legislator daerah mendukung secara tertulis upaya-upaya mereka menghadapi sikap Pemkot, 
Selasa (7/07/2015).

Para PKL yang terimbas kebijakan sterilisasi Alun-alun 16 Juni lalu tersebut meminta Dewan menjadi penyambung aspirasi mereka ke walikota.

"Dari dua kali audiensi setelah penggusuran kami minta walikota memberi agar kesempatan berjualan di Alun-alun selama bulan ramadhan ini. Tapi rupanya walikota menolak tanpa memberi solusi. Makanya kami ke Dewan untuk mendapatkan dukungan,"   kata Ketua Paguyuban, PKL Alun-alun, Nuradi.

Nuradi berharap, komisi-komisi DPRD memberi surat dukungan kepada PKL dan mengirimkannya ke kepala daerah. 

"Sebenarnya, walikota sudah tidak bisa memberikan kepastian apapun kepada pedagang. Meski, walikota sempat mencetuskan ide pembuatan pujasera dan membeli bekas gedung bioskop Indra sebagai sarana relokasi. Karenanya, kami berharap komisi-komisi Dewan memberi dukungan secara tertulis kepada kami," harapnya.

Menurut Nurhadi, sejak digusur bulan lalu PKL mati suri. Padahal, mereka tengah dihadapkan tingginya kebutuhan ramadhan, idul fitri dan biaya pendidikan di tahun ajaran baru.

"Karenanya kami mohon Pak Wali tahu penderitaan kami dan memberikan kesempatan berdagang sampai Lebaran ini," cetusnya.

Beberapa anggota Dewan yang menemui perwakilan PKL menolak memberi dukungan tertulis, seperti yang mereka kehendaki.

"Kami sudah mendukung terang-terangan sebagaimana ditulis di media. Bahkan kami siap pasang badan untuk itu," kata Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Umar Faruq.

Politisi PAN tersebut hanya angkat bicara menyatakan desakannya kepada kepala daerah agar memenuhi tuntutan PKL berdagang sampai Lebaran. 

"Kami berharap Walikota mentolerir keinginan PKL berdagang sampai Lebaran. Saya kira kebijakan ini tidak merugikan siapapun," pungkasnya.

Tidak hanya ke Dewan, PKL yang didampingi Ketua LSM Koalisi Bersama Rakyat (Kobar), Khusairin alias Toyik berusaha menemui Walikota Mas'ud Yunus. Namun oleh ajudan Walikota, mereka diminta menemui Sekkota,Mas Agoes Nirbito Munasih Wasono. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved