Headlines :
Home » » LSM Desak KPUD Coret Pencalonan Misnan

LSM Desak KPUD Coret Pencalonan Misnan

Written By Satu Jurnal on Kamis, 06 Agustus 2015 | 20.40


Mojokerto-(satujurnal.com) Munculnya nama Misnan di bursa Pilbup Mojokerto mulai dipertanyakan puluhan aktivis LSM setempat. 

Selain soal keabsahan ijazah yang digunakan mendaftar sebagai calon bupati, latarbelakang dan pengumpulan fotocopy KTP sebagai syarat dukungan calon bupati dari jalur independen pun diragukan.

Mereka mendesak KPUD mencoret Misnan di bursa Pilbup karena diduga melanggar persyaratan.

Selain itu Misnan disinyalir sebagai calon boneka. Karena Misnan merupakan bekas sopir pribadi H Jafaril, orang tua petahana Bupati Mustofa Kamal Pasa.

Hal itu mengemuka dalam audiensi Pilbup antara aktivis LSM dengan komisioner KPUD Kabupaten Mojokerto, Kamis (06/8/2015).

Melihat kondisi status ekonomi Misnan (cabup Independen, red) seperti itu, tidak mungkin bisa mengumpulkan dukungan KTP sebanyak 72 ribu," lontar Mahkrodji Mahfud, juru bicara LSM Perhutani di forum audiensi.

Mahkrodji meminta KPU serius melakukan verifikasi dukungan calon independen tersebut secara serius dan teliti. 

"KPUD harus berani tidak meloloskan calon Independen mengingat calon tidak kompeten," cetud aktifis asal Kecamatan Ngoro tersebut.

Mahkrodji juga mendesak KPU  menindak lanjuti  petugas PPS di tingkat desa yang tidak melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan. 

"Selanjutnya KPUD harus  koordinasikan dengan panwas terkait hasil  verifikasi dukungan calon independen itu," tandasnya.
       
Dalam protesnya, Mahkrodji juga menyinggung soal dugaan ijasah palsu yang digunakan Misnan mendaftar di jalur independen. Tak hanya itu, KPUD juga didesak tidak menutup mata dengan adanya surat pernyataan pencabutan dukungan oleh masyarakat. "Kami tidak hanya berbicara, tapi kami juga memiliki bukti. Kalau kondisinya seperti ini KPUD harus menunda pelaksanaan pilbup Mojokerto ini," lontar Mahkrodji.
           
Selama proses audiensi, komisonaris KPU yang berjumlah 5 orang menampung seluruh protes dari LSM tersebut.

Sementara itu, ketua KPUD Kabupaten Mojokerto Ayuhanafiq, menyatakan tidak bisa sertamerta menunda pelaksanaan pilkada. 

"Karena saat ini tahapan sudah berjalan. Dan sekarang kita sedang melakukan verifikasi, baik itu dukungan ataupun ijasah sebagai syarat pencalonan. Baru nanti sesuai tahapan KPU akan memutuskan siapa saja yang menjadi calon, atau siapa saja yang tidak lolos sesuai dengan persyaratan," jawab Yuhan, sapaan akrab ketua KPU dua periode tersebut.
         
Sampai saat ini KPU Kabupaten Mojokerto sedang melakukan verifikasi ketiga berkasa pasangan bacalon Bupati Mojokerto. Mereka diantaranya pasangan MKP - Pungkasiadi yang diusung 7 Parpol, pasangan Choirunnisa-Arifudinsyah yang didukung 4 Parpol serta pasangan Misnan-Sofi dari jalur perseorangan. Sesuai jadwal KPU akan menetapkan pasangan cabup-cawabup yang bisa maju dalam pilbup 9 Desember nanti pada 24 Agustus 2015 mendatang. (one)



Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved