Headlines :
Home » » Festival Sate Jilid II, Walikota : Lebih Unik dan Variatif

Festival Sate Jilid II, Walikota : Lebih Unik dan Variatif

Written By Satu Jurnal on Kamis, 24 September 2015 | 19.57


AJANG bakar sate massal bertajuk Pesta Gizi 2015 Tusuk Sate yang digelar Pemkot Mojokerto di Alun-alun setempat, Kamis (24/9/2015) memberikan kejutan bagi pengunjung dan warga. 

Selain aroma bakaran ribuan tusuk sate di hamparan ratusan panggangan yang mengundang selera, pengunjung disuguhi beragam penampilan peserta yang unik. 

Nuansa Timur Tengah yang disuguhkan awak Disnakertrans membuat Walikota Mas'ud Yunus tersenyum simpul. Di petak sate Dinas Kesehatan, orang nomor wahid ini mengacungkan jempol. Kreasi peserta kelompok SKPD ini dinilai klop dengan misi kesehatan. Regu pembakar dan peracik sate dinas yang nahkodai Kadinkes Christiana Indah Wahyu ini memang terlihat paling unik. Hiasan replika aneka buah-buahan dari bahan daur ulang ramah lingkungan menempel di baju dan meja saji. 

Yel-yel dibarengi joget setiap regu membuat area festival yang memakan separoh luas Alun-alun jadi hingar. 

Rupanya, bagi peserta dari kelompok SKPD, festival sate jadi ajang lepas penat ditengah rutinitas sebagai abdi negara.

Mereka lepas berjoget sembari terus mengipasi tusukan sate di atas tungku arang. Ulah lucu beberapa peserta, berjoget bak artis Sazkia Gotik diiringi alunan lagu 'goyang dumang' versi disko disambut tawa lebar Mas'ud Yunus. 

Semua peserta berusaha tampil memikat. Karena ajang bakar sate massal jilid II ini memang menetapkan beberapa kriteria. Selain cita rasa, juga penyajian dan penampilan serta yel-yel peserta. Yang apik dan yang unik akan mendapat poin tinggi dari 9 juri. 

"Animo masyarakat di pesta gizi kedua ini kian tinggi dibanding yang pertama," kata Walikota Mas'ud Yunus usai berkeliling ke seluruh stan dengan Istri serta pejabat teras dan unsur Forpimda.

Performance setiap peserta yang terbagi tiga kategori, SKPD, sekolah serta ormas dan umum menurut Mas'ud Yunus tak kalah memikat dengan peserta lainnya. "Masing-masing punya keunikan tersendiri," nilainya. 

Ujar Mas'ud Yunus, ajang pesta gizi punya tujuan, selain syiar Idul Adha, juga pengembangan wisata kuliner. “Dari pesta gizi 2015 tusuk sate ini, kita harapkan muncul generasi yang kuat, sehat, dan cerdas," tukasnya. 

Nuansa festival sate menyambut Hari Raya Idul Adha yang diinisiasi Disporabudpar Kota Mojokerto ini menurut warga berbeda dengan festival pertama tahun lalu. 

"Lebih apik, penampilan peserta pun lebih unik dan kreatif," kata Fauzi, warga Kauman. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved