Headlines :
Home » » Idhul Adha, Disperta Minta Masyarakat Waspadai Kambing Kropeng

Idhul Adha, Disperta Minta Masyarakat Waspadai Kambing Kropeng

Written By Satu Jurnal on Selasa, 15 September 2015 | 22.58


Mojokerto-(satujurnal.com)
Dinas Pertanian Kota Mojokerto meminta penjual hewan qurban agar awas terhadap virus Orf yang biasa menyerang hewan ternak kambing dan domba. 

Dari pantauan dinas ini sepekan terakhir, di beberapa lapak penjual hewan qurban didapati beberapa ekor kambing yang terinfikasi terserang penyakit Orf yang ditandai adanya kropeng di mulut hewan qurban.

Hewan yang terserang penyakit yang disebabkan virus Orf ini harus dipisahkan. Pasalnya selain menular ke hewan lain, penyakit yang mudah menyerang di musim kemarau ini juga menyerang ke manusia.

"Kita menemukan ada hewan qurban yang terindikasi terserang orf. Kita pisahkan penempatannya dan kita obati. Setelah sembuh baru boleh disembelih," terang 
drh Anggraita Putra staf Dinas Pertanian kota Mojokerto usai sosialisasi tata cara penyembelihan hewan qurban di kantor Kelurahan Surodinawan, kota Mojokerto, Selasa (15/9/2015).

Anggraita menambahkan, orf ia temukan ketika tim dinas pertanian melakukan pemantauan sejumlah lapak yang menjual sapi atau kambing di wilayah kota Mojokerto. "Harus disembuhkan dulu hewan yang positif orf. Karena penyakit ini bisa menular ke hewan lain maupun manusia," terangnya. 

Selain orf, penyakit pada hewan qurban yang menjadi fokus pemantauan diantaranya anthrax. 

"Kita juga waspadahi anthrax, kasusnya kan baru-baru ini ditemukan di Blitar, kita waspadahi kemungkinan masuk ke Mojokerto," tambah Anggraita.

Menurut Anggraita, sebelum membeli hewan qurban, perlu diperhatikan ciri fisik hewan yang sehat dan layak. "Ciri yang terlihat diantaranya lincah, bulu halus dan memiliki anggota tubuh yang lengkap," pungkasnya.

Sementara itu Sulikan Kabid Peternakan dan Perikanan dinas pertanian kota Mojokerto menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan sebagai langkah meminimalisir kesalahan dalam pemotongan hewan qurban. Sasaran sosialisasi, diantaranya ta'mir Masjid di setiap kelurahan serta tukang potong hewan yang ada di RPH (Rumah potong hewan).

"Kita juga melibatkan MUI (majelis ulama indonesia), dan dinas peternakan Pemprov Jatim, tujuaanya untuk menyembelih qurban yang syari'a" tambah Sulikan.

Menurut Sulikan, sejumah lapak penjual hewan qurban yang ada di kota Mojokerto sudah ia inventarisir. Data yang dimiliki Dinas pertanian tercatat ada 11 lapak. "Data ini berdasarkan tahun lalu. Kita sekarang melakukan pemantauan, sepertinya ada penambahan," pungkas mantan sekcam Magersari, kota Mojokerto ini.

Pantauan di lapangan, di sejumlah lokasi sudah banyak pedagang hewan qurban yang mulai berjualan. Diantaranya di kawasan Jalan Meri, Tropodo, Jalan Semeru Wates, Raya ijen dan disepanjang Jalan Surodinawan. (one)



 

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved