Headlines :
Home » » Telat Ambil Sampel Air, BHL Kesulitan Temukan Bahan Kimia Penyebab Pencemaran Sungai Brangkal

Telat Ambil Sampel Air, BHL Kesulitan Temukan Bahan Kimia Penyebab Pencemaran Sungai Brangkal

Written By Satu Jurnal on Selasa, 01 September 2015 | 19.05


Mojokerto-(satujurnal.com)
Biang pencemaran yang mengakibatkan matinya ribuan ikan sepanjang aliran Sungai Brangkal, Mojokerto beberapa waktu lalu belum terdeteksi.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Mojokerto mengaku kesulitan mengurai kandungan bahan kimia karena sampel air baru diambil lima hari pasca munculnya pencemaran.

"Soal jenis bahan kimia yang mengandung amoniak atau zat beracun itu yang belum diketahui. Karena lokasi kebakaran di tepian Kali Brangkal di police line oleh polisi sehingga kami tidak bisa masuk untuk memeriksa bahan apa yang terbakar," terang
Kepala BLH Kabupaten Mojokerto, Zainal Arifin, Selasa (1/9/2015).

Yang disayangkan, perangkat kecamatan maupun kelurahan dan warga setempat tidak ada melapor ke pihaknya. 

"Camat, kades atau masyarakat tidak ada yang melapor soal pencemaran. Saya baru tahu setelah diberi tahu teman-teman media," akunya.

Menurut Arifin, hasil laboratorium yang keluar kadar BOD dan COD yang ada melebihi ambang batas.
Tapi kedua kadar tersebut tidak sampai membunuh biota air yang ada.

"Kondisi saat sampel diambil air sudah normal. Memang disitu terdeteksi detergen dan limbah rumah tangga. Tapi untuk limbah intinya sudah tidak ada," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, 
BLH Kabupaten Mojokerto berkoordinasi dengan kepolisian menyisir biang pencemaran berat di Sungai Brangkal hingga menyebabkan ribuan ikan mati., di daerah irigasi Sinoman di Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Bau busuk dan anyir pun cukup menyengat di sepanjang Sungai Brangkal. 

Busa setebal 20 cm menghiasi pintu air di Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon, Selasa (18/8/2015).

Meski banyak ikan mabuk yang didapat warga Miji dan lainnya dari sungai, warga tetap takut mengonsumsi berbagai ikan seperti Mujair, gabus, lele, jendil dan rengkik. 

Ikan yang mati di sungai dibiarkan  hingga memunculkan bau tak sedap di sepanjang sungai. 

Warga enggan mengonsumsi ikan yang didapat karena  tidak seperti ikan biasanya. 

Biasanya aliran Sungai Brangkal tersebut digunakan warga untuk memancing. 

Sungai Brangkal ini dikelola oleh UPTD/Pengamat Brangkal dibawah Dinas PU Pengairan Provinsi Jawa Timur. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved