Headlines :
Home » » Pengangkut Limbah Bubur Kertas yang Tumpah Tak Kantongi Manifest

Pengangkut Limbah Bubur Kertas yang Tumpah Tak Kantongi Manifest

Written By Satu Jurnal on Minggu, 04 Oktober 2015 | 19.04


Mojokerto-(satujuta.com)
Tumpahan limbah bubur kertas 
yang diangkut dump truk dari sebuah pabrik kertas di kawasan Ngoro di depan MAN Mojosari Jalan Hasnudin menjadi atensi penyidik Reskrim Polres Mojokerto.

Diduga banyak ketidakberesan dalam pengangkutan limbah B3 tersebut. 

Seharusnya pengangkutan limbah harus dengan kendaraan khusus, namun limbah bubur kertas itu diangkut dump truk hingga bocor di jalan.

Dump truk nopol AG 9153 DC itu kini diamankan di halaman Polres Mojokerto. 

Lalu, saat mengangkut limbah bubur kertas dari pabrik menuju ke tempat lain tidak disertai manifest.

"Dua persoalan ini yang menjadi bidikan kami. Dump truk usai kejadian Jumat (2/10) langsung kami amankan di polres," ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Budi Santoso, Minggu (4/10/2015).

Untuk mengungkap mata rantai yang ada, penyidik akan mendatangi pabrik kertas yang mengeluarkan limbah tersebut. 

Karena saat kejadian berlangsung, sopir dump truk Andi AY asal Kediri ini tidak bisa menunjukkan manifest barang yang diangkut. Padahal sesuai ketentuan, saat mengangkut limbah harus disertai manifest.

Dalam penyidikan ini, penyidik menerapkan UU Nomor 32 Tahun 2009 yang mengatur Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Seharusnya saat mengangkut nggak boleh ada kebocoran. Nah ini kok sampai bocor yang bisa membahayakan kendaraan lain di jalan," terangnya.

Limbah bubur yang tumpah di jalanan masuk kategori bahan beracun berbahaya (B3). Limbah tersebut mengeluarkan bau kecut dan jika mengenai kulit bisa gatal-gatal karena bubur kertas tersebut sudah  tercampur berbagai bahan kimia. 

Petugas kepolisian (Polres Mojokerto) sampai pukul 03.00 WIB, Sabtu (3/10) untuk membersihkan lokasi.

"Anggota kami suruh mendatangkan PMK untuk menyemprot jalan khawatir pengendara tergelincir," jelas AKP Budi.

Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban tersebut menjelaskan, dalam persoalan limbah pihaknya akan terus menguaknya. Karena persoalan ini berkaitan dengan lingkungan.

"Kalau sampai terjadi kerusakan lingkungan yang menanggung risiko adalah anak cucu kita nanti sehingga lingkungan harus dijaga," tandasnya.

Limbah bubur kertas itu diakui sopir dump truk, Andi AY diangkut dari sebuah pabrik kertas di wilayah Ngoro. 

Sesuai rencana, barang tersebut dikirim ke Kediri. Tapi Andi segera mengoreksi  ucapannya, bahwa limbah tersebut akan dikirim ke Mojosari.

Begitu bubur kertas tumpah, suasana Jalan Hasanudin di depan MAN Mojosari macet. Ini karena limbah tumpah hampir memenuhi separo badan jalan sehingga arus lalu lintas dari selatan ke utara tidak bisa bergerak. (wie)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved