Headlines :
Home » » Tumbuh Menjamur, Rumah Kos Bakal Ditertibkan

Tumbuh Menjamur, Rumah Kos Bakal Ditertibkan

Written By Satu Jurnal on Kamis, 08 Oktober 2015 | 23.14


Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemkot Mojokerto memberi atensi khusus terhadap keberadaan indekos atau kos-kosan yang kian menjamur. 

Dalam waktu dekat Pemkot akan melakukan pendataan sekaligus penertiban atas keberadaan indekos. Identitas pemilik dan penghuni. 

Pasalnya, meski keberadaan indekos mampu mendongkrak pendapatan warga sekitarnya, namun rawan dari tindak kriminal, peredaran narkoba, miras dan pergaulan bebas.

“Dalam waktu dekat akan kita gelar penertiban rumah kos. Setiap rumah kos akan didata, agar pihak kelurahan dan pengelola lingkungan dapat mendeteksi potensi kejahatan lebih dini,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Mojokerto, Imam Susuadi, Kamis (8/10/2015)

Menurut Imam, data rumah kos diantarnya lokasi, pemilik, jumlah kamar dan jumlah penghuni. “Penertiban terkait kondusifitas. Karena keberadaan indekos rawan pelanggaran. Jangan sampai keberadaannya justru menjadi biang masalah, seperti tindak kriminal atau pelanggaran hukum lainnya,” tandasnya.

Jika dilapangan ada temuan penghuni kos melakukan pelanggaran, seperti mengkonsumsi miras, narkoba dan judi, pihaknya tidak akan mengambil tindakan tegas. “Tidak saja penghuninya, pemiliknya juga akan kena sanksi keras,” tukasnya.

Dari 18 kelurahan yang ada, Satpol PP mencatat bisnis rumah kos paling pesat pertumbuhannya di wilayah Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari. 

Menyusul kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari dan Kelurahan Kranggan dan Kelurahan Gunung Gedangan. "Tiga kelurahan ini teratas dalam hal jumlah rumah indekos," tutup Imam Susuadi.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Meri, Suharno mengatakan, saat ini di wilayahnya terdata 76 rumah kos. Rata-rata satu rumah kos memiliki 6 – 9 kamar. 

Menurutnya, pertumbuhan rumah kos terjadi sejak empat tahun lalu. "Wilayah kelurahan Meri menjadi jujugan pencari kos karena letaknya strategis. Dengan tarif kos yang relatif terjangkau," ujarnya.

Tumbuhnya bisnis rumah kos, kata Suharno, diiringi munculnya bisnis pendukung, seperti laundry, warnet, pulsa dan toko palen. 

"Soal ekses negatif tentu ada. Proteksinya ada dilingkungan masing-masing," katanya. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved