copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Unjuk Rasa, Santri Minta Presiden Tidak Perlu Minta Maaf Keluarga PKI


Jombang-(satujurnal.com) 
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aqobah, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menggelar aksi damai menolak kembalinya PKI di bumi Indonesia, Kamis (1/10/2015).

Aksi penolakan kembalinya PKI yang digelar memperingati Hari Kesaktian Pancasila di area ponpes tersebut dikemas dalam bentuk orasi secara bergantian antar santri. 

Para santri juga mendapat pencerahan dari ponpes tentang sejarah kekejaman PKI yang melakukan kudeta terhadap pemerintah.
 
Selain orasi santri juga membentangkan poster penolakan terhadap PKI.
 
Dalam orasinya, santri menyatakan konsisten menolak bangkitnya kembali PKI di bumi Nusantara. 

PKI telah melakukan pembantaian terhadap para jenderal, ulama serta warga sipil yang tidak berdosa. Sehingga presiden ataupun pemerintah tidak perlu minta ma’af kepada PKI.
 
Unjukrasa damai ini sengaja digelar santri agar tertanam jiwa nasionalisme dalam mempertahankan Negara Kesatuan Indonesia serta agama islam

Sehingga ajaran PKI tidak leluasa masuk lagi ke Indonesia. Sebab  kebiadaban PKI telah menjadikan ribuan warga Nadnahdlatul ulama (NU) menjadi korban.

Gerakan menolak kembalinya PKI ataupun ajaran komunis akan terus dilakukan para santri dengan berbagai cara, sehingga faham anti agama tersebut tidak mendapat tempat di hati masyarakat indonesia.(rg)

uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang
Labels: serba-serbi

Terima Kasih Telah Membaca Unjuk Rasa, Santri Minta Presiden Tidak Perlu Minta Maaf Keluarga PKI. Silahkan Berbagi...!

0 Comment for "Unjuk Rasa, Santri Minta Presiden Tidak Perlu Minta Maaf Keluarga PKI"

Weather, 21 October
Mojokerto Weather http://www.booked.net/
+34

High: +34° Low: +24°

Humidity: 61%

Wind: S - 1 KPH

Surabaya Weather
+33

High: +33° Low: +25°

Humidity: 75%

Wind: NNE - 6 KPH

Jakarta Weather
+34

High: +34° Low: +29°

Humidity: 85%

Wind: - 10 KPH

Back To Top