Headlines :
Home » » Wana Wisata Pacet Telan Korban, Siswa SMK PGRI Kedamean Gresik Tenggelam di Kolam Renang

Wana Wisata Pacet Telan Korban, Siswa SMK PGRI Kedamean Gresik Tenggelam di Kolam Renang

Written By Satu Jurnal on Jumat, 02 Oktober 2015 | 19.30


Mojokerto-(satujurnal.com)
Wana Wisata pemandian air panas di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto menelan korban jiwa, Jum'at (02/09/2015). 

Guntur (16) siswa kelas 1 SMK PGRI Kedamean Gresik meregang nyawa di kolam renang di lokasi wisata andalan Kabupaten Mojokerto tersebut. 

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya warga Desa Brikang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik tersebut. 

Informasi yang dihimpun, korban merupakan rombongan wisatawan yang datang bareng delapan orang lainnya. 

Di area wisata korban langsung menuju lokasi renang khusus air dingin yang berada tak jauh dari tempat berendam air panas. 

Korban yang menunjukkan kemampuan berenang, bergaya salto tatkala mencebur kolam. Namun tatkala di tengah-tengah kolam kedua tangannya tampak menjulur bak minta pertolongan, tak satu pun orang yang berada di kolam renang memperhatikannya. 
Rupanya, korban disangka sedang bercanda. 

Salah seorang pengunjung yang melihat tangan korban menjulur melambai tanda meminta pertolongan sempat berteriak meminta pengunjung lain memberi pertolongan. 

"Korban berenang kurang lebih sepuluh menit saja.  Ternyata korban sudah dievakuasi para pengunjung dan dibawa ke keluar area pemandian," kata Dian, salah satu saksi mata. 

Dian mengaku sempat ngobrol dengan korban sesaat sebelum korban berenang. 

"Dia mengaku datang bersama delapan orang," tutur Dian. 

Sementara itu, Deva (13), teman korban melihat korban terjun ke kolam renang dengan cara salto. Usai salto pertama korban menepi dan mengulang gaya salto lagi. 

"Tadi mas Guntur sempat ngajari aku renang yang baik, anehnya dia pas mau renang hanya mencopot bajunya saja, namun celana jean tetap dipakai. Kemudian mas Guntur langsung salto ke kolam dan kembali ke tepian kolam. Kemudian salto yang kedua langsung tengelam," kata Deva saat di Polsek Pacet, Jum'at (02/09/2015).

Hanya hitungan detik, Guntur justru tengelam dan hanya terlihat dua tangannya diatas bertanda meminta tolong. 

"Tadi pas tengelam ada pengunjung lain berteriak-terik agar cepat ditolong, ternyata sampai kehabisan nafas baru pengunjung lainnya berusaha mengevakuasi. Namun kondisi Guntur semakin kritis, namun denyut nadi masih berdetak," ungkap Ratna Setiyowati (33) tetangga korban.

Meski berhasil diangkat dari kolam, tubuh Guntur tampak membiru. Nyawanya pun tak tertolong. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved