GRATIS langganan via e-mail

Petakan 17 Titik Rawan Longsor, BPBD Jombang Pasang Spanduk Peringatan Dini


Jombang-(satujurnal.com)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, memasang peringatan dini di kawasan rawan bencana. Peringatan disebar di 17 titik di lima kecamatan. Tak terkecuali di kawasan Desa Kopen, Kecamatan Bareng yang rawan bencana longsor yang pernah merenggut 14 nyawa. 

Dari 17 titik rawan bencana, dua wilayah di kawasan Wonosalam dan Bareng dinyatakan sebagai kawasan yang paling rawan bencana tanah longsor. BPBD setempat terus melakukan pemantauan intensif di dua kawasan ini, karena jika musim penghujan datang, kondisi tebing di dua kawasan ini sangat mengkhawatirkan. 

Sejumlah tebing diatas permukiman warga di dua kawasan ini mulai terlihat mengkhawatirkan. Beberapa titik pepohonan di kawasan hutan ini juga sudah tampak gundul dan menyebabkan tanah-tanah mengalami longsor.

Bahkan karena kondisi tanah dikawasan ini mempunyai sifat labil, potensi bencana longsor seperti yang terjadi pada bulan Januari tahun 2014 lalu juga masih terus mengintai jika hujan lebat turun.

Selain pemantauan serius, BPBD Jombang juga memasang spanduk peringatan di 17 titik rawan bencana..

BPBD Jombang menghimbau pada warga agar selalu waspada  jika melihat tanda-tanda bencana lembaga ini meminta warga secepatnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.(rg)

Labels: lingkungan hidup

Thanks for reading Petakan 17 Titik Rawan Longsor, BPBD Jombang Pasang Spanduk Peringatan Dini. Please share...!

0 Comment for "Petakan 17 Titik Rawan Longsor, BPBD Jombang Pasang Spanduk Peringatan Dini"

Weather, 17 October
Surabaya Weather booked.net
+29

High: +30° Low: +27°

Humidity: 100%

Wind: S - 6 KPH

Jakarta Weather
+32

High: +32° Low: +28°

Humidity: 95%

Wind: E - 3 KPH

Mojokerto Weather
+28

High: +28° Low: +27°

Humidity: 66%

Wind: E - 12 KPH

Denpasar (Bali) Weather
+30

High: +31° Low: +23°

Humidity: 90%

Wind: S - 4 KPH

Yogyakarta Weather
+26

High: +26° Low: +23°

Humidity: 92%

Wind: S - 9 KPH

Back To Top