copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

DBD di Jombang Kembali Bawa Korban, Balita 3 Tahun Meregang Nyawa


Jombang-(satujurnal.com) 
Serangan demam berdarah dengue (DBD) di Jombang kembali mengganas.  Alisah Aqila, balita berusia 3 tahun tak tertolong akibat terserang DBD, setelah sempat menjalani rawat inap di RSU setempat. 
Untuk meminimalisir penyebaran nyamuk aedes aegipty, biang DBD, petugas melakukan fogging di sejumlah titik endemis.
Suasana duka masih menyelimuti keluarga pasangan suami istri, Anik Fitria  dan Abdul Madjid, warga Desa Balong Besuk Jombang. Putri semata wayangnya, Alisah meninggal dunia usai di diagnosa dan menjalani perwatan akibat terkena serangan DBD.

Balita mungil itu meregang nyawa setelah menjalani perawatan intensif di RSU Jombang. Korban sempat mengalami panas tinggi dan mengalami penurunan trombosit
Korban sempat di rawat di ruang Higt Care Unit (HCU) paviliun seruni RSUD jombang. Kondisi Alisah sempat membaik, namun korban kembali mengalami drop. Diduga lantaran lambatnya penanganan, korban akhirnya meninggal dunia pada hari Minggu lalu.
Kawasan tempat tinggal orban juga merupakan kawasan endimik DBD. Di desa ini sedikitnya delapan wargayang di dominasi balita terkena serangan DBD dengan berbagai grade.Mereka telah menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat. Pemerintah desa dan pihak puskesmas setempat langsung melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan tersebut guna menekan penyebaran nyamuk aydes aigepty .
Selain melakukan pengasapan, petugas terus mensosilisasikan perilaku hidup sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat dari nyamuk melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di itik-titik yang di anggap sebagai desa Endemik DBD.(rg)

uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang
Labels: kesehatan

Terima Kasih Telah Membaca DBD di Jombang Kembali Bawa Korban, Balita 3 Tahun Meregang Nyawa. Silahkan Berbagi...!

0 Comment for "DBD di Jombang Kembali Bawa Korban, Balita 3 Tahun Meregang Nyawa"

Back To Top