Lagi, Balita Penderita DBD Meninggal - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Lagi, Balita Penderita DBD Meninggal

foto ilustrasi (doc.istimewa)

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kewaspadaan warga Kabupaten Mojokerto terhadap serangan demam berdarah dengue (DBD) rupanya perlu ditingkatkan. Satu persatu muncul kasus DBD di wilayah dengan delapan belas kecamatan ini. Bahkan, seorang balita berusia 3,5 tahun meninggal di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Selasa (12/01/2016). 

Mutiara Putri Andini, warga Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu meninggal karena positif DBD. 

Kabid Kerawatan di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Swi Sehati mengatakan, balita Andini dirujuk keluarganya pada Senin (11/01/2016) sekitar pukul 09.30 WIB. 

"Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan balita Andini positif menderita DBD.‬ Sorenya kondisi pasien menurun," ungkapnya, Rabu (13/01/2016).

Andini masuk ICU sekitar pukul 19:30 WIB karena kondisinya tidak sadar. Balita ini disebut terlambat dirujuk ke rumah sakit dengan kondisi trombositnya turun drastis pada angka 27.000 per uL dari normalnya di atas 150.000 per uL.

"Balita Andini telat dirujuk ke rumah sakit, sudah demam hari ke 5. Padahal hari ke 5 itu siklus yang tergawat. Berbagai upaya untuk menstabilkan kondisi pasien dilakukan namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya pasien meninggal dunia, Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB," ujarnya.‬

Sementara itu, hingga bulan Januari minggu kedua, jumlah pasien Demam berdarah dengue (DBD) asal Kabupaten Mojokerto meningkat dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Sebanyak 33 pasien menjalani perawatan intensif di tiga rumah sakit berbeda.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Mudji Taher menyebutkan, 20 pasien DBD dirawat di RSI Sakinah. Sedangkan 2 pasien dirawat di RSUD Dr Soekandar Mojosari.  Sedangkan 11 pasien dirawat di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

"Sebanyak 22 pasien DBD yang dirawat di dua rumah sakit di Kabupaten Mojokerto berasal dari Kecamatan Sooko sebanyak 10 orang, Jatirejo tiga orang, Trowulan lima orang serta masing-masing satu orang dari Puri, Kutorejo, Gondang, dan Pungging. Rata-rata usia pasien 10-25 tahun," ungkapnya, Rabu (13/01/2016).

Sebanyak 20 pasien dirawat di RSI Sakinah, Kecamatan Sooko dan dua pasien dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari. 

Mudji menghimbau, kepada masyarakat jika ada pasien positif menderita DBD agar segera dilaporkan sehingga pihaknya bisa segera melakukan foging. Namun demikian, Mudji berharap kepada masyarakat untuk lebih tanggap terhadap anggota keluarga yang terkena demam.

Cuaca seperti saat ini, tegas Mudji, yakni hujan, tidak hujan, hujan justru menjadi resiko lebih tinggi nyamuk aedes aegypty berkembangbiak. Sementara, data Dinkes Kabupaten menyebutkan, sepanjang 2015 sebanyak 109 pasien DBD dirawat dengan 14 orang meninggal dunia. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional