Headlines :
Home » » Akibat Hujan, Pasokan Sayur dan Bumbu Dapur Naik Tajam

Akibat Hujan, Pasokan Sayur dan Bumbu Dapur Naik Tajam

Written By Satu Jurnal on Minggu, 14 Februari 2016 | 19.31


Jombang-(satujurnal.com) 
Tingginya curah hujan dan banjir yang terus menerjang wilayah Jombang memicu turunnya kualitas dan hasil produksi petani sayur. 

Akibatnya, pasokan sayur mayur di sejumlah pasar tradisional terus berkurang. Ujungnya, harga sayur mayur pun terus menangkat naik. Bahkan, harga cabe merah meroket. Naik hingga dua kali lipat.

Kenaikan harga sayur mayur dan bumbu dapur ini dirasakan masyarakat  dalam dua pekan terakhir.

Di Pasar Pon Jombang misalnya, harga sayur mayur terus mengalami kenaikan. Harga tomat yang sebelumnya Rp 6 ribu perkilogram saat ini dijual dengan harga Rp 12 ribu kilogram. Kol dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu perkilogram. Wortel dari Rp 7 ribu menjadi Rp 12 ribu, dan kentang dari Rp 9 ribu menjadi Rp 14 ribu. 

Harga bumbu dapur juga mengalami kenaikan yang signifikan. Bawang putih yang biasanya dijual dengan harga Rp 18 ribu saat ini di jual dengan harga Rp 28 ribu perkilogram. Bawang merah dari Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu perkilogram. Sementara cabe merah meroket hingga dua kali lipat,dari harga Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu perkilogram.

Kenaikan harga sayur dan bumbu dapur ini sangat dikeluhkan kalangan ibu rumah tangga. Mereka terpaksa menyiasati kebutuhan dengan mengurangi pembelian bumbu dapur.

Kenaikan harga sayur mayur bumbu dapur ini dipicu kurangnya pasokan, menyusul turunnya produksi dan turunnya kualitas panen dari petani, dampak tingginya curah hujan dan banjir di sejumlah sentra penghasil sayur dan cabai.

Harga cabai merah mengalami kenaikan hingga dua kali lipat lantaran hasil panen milik petani banyak yang terserang penyakit,  hingga cabai yang dikirim ke pasar banyak yang membusuk. Kenaikan harga ini membuat omset penjualan pedagang menurun.

Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah nyata untuk menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda mengalami penurunan.(rg)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved