Headlines :
Home » » Walikota : 29 Mei Kota Mojokerto Bebas Prostitusi

Walikota : 29 Mei Kota Mojokerto Bebas Prostitusi

Written By Satu Jurnal on Kamis, 03 Maret 2016 | 23.04

foto doc. istimewa
Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus memastikan, di ujung bulan Mei mendatang Kota Mojokerto bebas prostitusi. Langkah pembersihan praktik prostitusi di kota mungil dengan dua kecamatan ini diantaranya dilakukan dengan mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat), juga pembentukan tim khusus untuk penanganan praktik prostitusi di Yayasan Mojopahit, Balongcangkring.

“"Saya pastikan tanggal 29 Mei 2016 ini Kota Mojokerto bersih dari prostitusi. Saya jamin tidak akan ada lagi praktik prostitusi di kota ini," ujar Walikota, Mas'ud Yunus ditemui usai launching duta sampah di TPA Randegan, Kelurahan Kedundung. Kecamatan Magersari, Kamis (3/3/2016).

Untuk penertiban praktik prostitusi di lingkungan Balong Cangkring, walikota menyatakan jika pihaknya juga menggandeng Kepolisian dan TNI untuk ikut melakukan pengawasan di tempat tersebut.

"Kita akan dirikan posko di Balong Cangkring, itu untuk mengawasi ada tidaknya praktik prostitusi di tempat itu," tegasnya.

Meski menyatakan akan menyentuh Balong Cangkring, namun birokrat berlatarbelakang ulama ini tandas menyatakan jika sejatinya tidak ada lokalisasi di yayasan itu. Walikota menyebut Balong Cangkring adalah lokasi yang dinaungi oleh Yayasan Mojopahit. Yayasan tersebut didirikan oleh Soewono Blong, mantan Kepala Desa Mentikan periode tahun 1970 lalu.

"Itu bukan lokalisasi, tapi adalah yayasan yang menaungi para tuna karya dan tuna susila termasuk didalamnya juga para wanita tuna susila. Jadi penertiban nanti, bukan untuk yayasannya tapi praktik prostitusi terselubung yang ada didalamnya," terang Kyai Ud, sapaan popular Mas’ud Yunus.

Walikota berjanji, akan mengembalikan harkat dan martabat Balong Cangkring sebagai yayasan yang benar-benar peduli kepada kaum yang lemah. Ini sesuai cita-cita dari pendirinya terdahulu. Ia juga yakin, rencana 'bersih-bersih' Balong Cangkring dari praktik prostitusi akan terealisasi dengan kondusif dan tepat waktu.

"Kita sudah koordinasi dan tidak ada masalah. Mereka bisa menghormati aturan, dan kitapun juga menghormati apa yang dilakukan yayasan. Jadi Insya'alloh berjalan lancar dan tepat waktu," tukasnya.

Walikota menambahkan, dalam melakukan penertiban praktik prostitusi, pihaknya melakukan dengan tiga pendekatan, diantaranya pendekatan keamanan dan ketertiban. Juga pendekatan sosial dan kemanusiaan.

"Khusus untuk pendekaan sosial kemanusiaan, kita sudah koordinasi dengan Kemensos dan Biro Kesra Provinsi Jatim. Nantinya para WTS tersebut akan mendapatkan bantuan biaya hidup selama tiga bulan sebesar Rp. 300 ribu perbulan, bantuan biaya pemulangan senilai Rp. 250 ribu per orang, bantuan biaya pelatihan Rp. 2 juta per orang dan bantuan modal sebesar Rp. 3 juta juga perorang," pungkas walikota.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo menyambut baik langkah pemkot untuk mewujudkan Kota Mojokerto bebas prostitusi pertengahan tahun ini. Ia  menghimbau Pemkot untuk mengedepankan cara sosial dan kemanusiaan dalam persoalan Balong Cangkring ini.

"Saya kira pendekatan kemanusiaan lebih mengena ketimbang menggunakan cara-cara represif," tegasnya.


Sementara itu, sebelumnya Pemprov Jawa Timur memastikan akan menutup lokalisasi di Balong Cangkring, Kota Mojokerto pada pertengahan tahun ini. Upaya itu sudah dimulai dengan melakukan sosialisasi sejak awal Januari 2016. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved