Headlines :
Home » » Angkutan Sekolah Gratis Ditambah, Pemkot Beri Porsi Siswa Disabilitas

Angkutan Sekolah Gratis Ditambah, Pemkot Beri Porsi Siswa Disabilitas

Written By Satu Jurnal on Kamis, 16 Juni 2016 | 21.54

Mojokerto-(satujurnal.com)
Jumlah angkutan sekolah gratis Kota Mojokerto yang sudah diluncurkan 14 Maret 2016 bakal dikembangkan. Jika saat ini ada 10 unit yang melayani siswa SMP dan SMA dipastikan akan ditambah menjadi 12 unit. Tak hanya itu, siswa inklusi atau berkebutuhan khusus pun bakal menikmati angkutan sekolah gratis besutan Walikota Mas’ud Yunus tersebut.

Kepala Dishubkominfo Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan hal itu terkait evaluasi kurun tiga bulan pertama angkutan sekolah gratis yang melayani lima rute di wilayah kota dengan luas sekitar 16 kilometerpersegi ini.

“Dari hasil evaluasi, animo siswa untuk memanfaatkan fasilitas angkutan gratis ini cukup tinggi. Sepuluh armada dengan loading seat antara 80 persen hingga 90 persen ternyata belum mampu menjawab kebutuhan mereka. Makanya, setidaknya akan ditambah lagi dua armada,” ungkap Gaguk.

Penambahan armada, ujar Gaguk, untuk rute 2 dan rute 5 yang melintas di SMPN 5 jalan Meri dan SMKN 1 Gunung Gedangan. “Kebutuhan di rute ini sangat tinggi. Makanya perlu ditambah armadanya,” imbuh dia.

Jika sejauh ini yang terlayani siswa SMP, SMA dan SMK, kata Gaguk lebih lanjut, maka siswa penyandang disabilitas, inklusi nantinya akan mendapat layanan ini.

“Sangat dimungkinkan, untuk armada bagi mereka (disabilitas) mungkin akan dimodifikasi sedemikian rupa untuk kemudahan mereka mengakses. Tergantung kebutuhan,” tukasnya.

Pun soal rute angkutan gratis khusus untuk siswa penyandang disabilitas, dipastikan berbeda dengan lima rute yang sudah ada. Mereka berada di dua sekolah berkebutuhan khusus, yakni SLB di jalan Gajahmada dan SLB di Kranggan. Sehingga rute yang dibuat menyesuaikan antara sekolah dengan domisili masing-masing siswa.
Seperti diketahui, angkutan sekolah gratis digulirkan Pemkot Mojokerto selain bagian dari layanan dasar pendidikan, juga untuk meringankan beban siswa, angkutan sekolah gratis dibesut juga untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu yang melibatkan pelajar.

“Ya untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. Karena, dari kasus kecelakaan, data polisi menyebutkan, pelajar yang dominan. Ini karena banyak pelajar yang membawa kendaraan bermotor tapi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu, kita tidak boleh membiarkan para pelajar melanggar lalu lintas karena pembiaran tersebut sangat bertentangan dengan pendidikan. Sama dengan membiarkan melanggar undang-undang," cetus Walikota Mas’ud Yunus saat launching angkutan sekolah gratis 14 Maret 2016 silam.
Kedepan, kata Mas’ud Yunus, dengan adanya angkutan sekolah gratis, pelajar yang tidak memiliki SIM dilarang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. (one)




Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved