Headlines :
Home » » Kakek Rentah Sebatang Kara Ini Hidup di Kandang Ayam

Kakek Rentah Sebatang Kara Ini Hidup di Kandang Ayam

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 30 Juli 2016 | 02.22

CHAMIM, kakek sebatang kara, warga desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang , berjuang hidup dengan penuh keprihatinan.

Selama bertahun-tahun ia tinggal disebuah gubuk reyot  berbahan bambu yang sudah lapuk dimakan usia. Gubuk reyot yang jauh dari kata layak untuk didiami laki-laki jompo itu semula merupakan kandang ayam,

Di usia senjanya, laki-laki yang tak pernah berumahtangga dan sakit-sakitan ini tidak bisa menikmati masa-masa tuanya dengan baik. Tidak ada yang mengurus dan merawat hidupnya. Ia harus berusaha dan berjuang sendiri agar tidak kian terpuruk. Beberapa ekor ayam yang ia miliki sedikit menjadi pelipur ditengah hidup tanpa seorang pun yang menemaninya.

Tubuhnya yang rentah ditambah daya ingatnya yang semakin lemah menyebabkan ia hanya bisa pasrah melakoni hidup.

Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, semisal makan dan minum, ia banyak disantuni keponakan dan para tetangganya.

Kakek Chamim mengaku tak ingat lagi sejak kapan ia hidup di gubug reyot bekas kandang ayam itu. Yang ia ingat, jika gubuk reyot yang ia tempati milik adik kandungnya yang meninggal dunia beberapa tahun silam.

Lantaran tak memiliki kamar mandi, kakek Chamim mandi di sungai  dekat tempat tinggalnya. Ia pun mengaku sudah terbiasa berendam di sungai yang acap kali keruh dan tak layak itu.

Meski hidup dengan segala keterbatasan dan kekurangan, sebagai seorang muslim, kakek Chamim mengaku terus menjaga salatnya. Kendati pun kala sakit, ia tetap salat. Entah dengan duduk atau berbaring.

Kakek Chamim mengaku, tinggal di desa Kebondalem semula sebagai pendatang dari Mojokerto yang mengikuti dan bekerja bersama adik kandungnya. Di desa ini sebenarnya ada keponakan, anak adik kandungnya. Namun, ia memilih tetap tinggal di kandang ayam peninggalan adiknya ketimbang serumah dengan keponakannya. Alasan ia, agar tak menjadi beban orang lain.

Lansia rentah yang tak mampu lagi berjalan tegak, bahkan tertatih dan terseok-seok sekedar berpindah tempat di ruang sempit bekas kandang ayam ini mengaku tak terjamah beragam bantuan sosial dari pemerintah. Alih-alih bantuan, ditengok aparat pemerintah pun sekali pun belum pernah. Bantuan pemerintah melalui program-program pengentasan kemiskinan bukan tak ia angankan. Namun angan-angan itu pupus. (rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved