Headlines :
Home » » Kacamata Unik Berbahan Kayu Tembus Pasar Luar Negeri

Kacamata Unik Berbahan Kayu Tembus Pasar Luar Negeri

Written By Satu Jurnal on Kamis, 11 Agustus 2016 | 19.14

Jombang-(satujurnal.com)
Ingin tampil keren dan nyentrik kacamata kayu karya warga  kota santri Jombang, mungkin bisa menjadi solusinya. Berbeda dengan kacamata biasa, kacamata dengan bingkai kayu tersebut bentuknya lebih artistik. sehingga tak heran meski hanya menggunakan bahan limbah.

Meskipun baru satu tahun produksi, namun pasar kacamata kayu buatan warga Jombang tersebut ternyata cepat meluas hingga tembus ke luar negeri.

Dari tangan kreatif Rana Ragista 28 tahun, seorang pemuda di Desa Godong Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang inilah kacamata unik ini mulai mendunia.

Soal muasal kacamata kayu buatannya, Rana mengaku awalnya hanya mencoba-coba membuat mainan kacamata dari kayu untuk dirinya sendiri. Namun setelah diproses sedemikian rupa hasilnya ternyata cukup menawan sehingga banyak orang yang kemudian datang dan memesan kacamata dengan bingkai kayu.

Uniknya untuk memproduksinya, pemuda lulusan teknik sipil dari salah satu perguruan tinggi di Jombang ini tidak menggunakan kayu berharga mahal, tetapi hanya menggunakan kayukayu limbah yang ia beli dengan harga murah dari beberapa pabrik pengolahan kayu yang ada di Jombang.

Nilai seni kacamata ala Rana ini justru karena motif dari dasar kayu. Semakin kuat dan unit motifnya, semakin mahal harganya.

Meski berbahan kayu limbah, namun untuk menjaga kualitas ternyata tidak semua jenis kayu yang dipakai rana, tetapi khusus limbah kayu jenis sono keling. Karena jika diproses sedemikian rupa, dari kayu sono keling ini akan muncul guratan kayunya sehingga tampak sangat artistik tanpa perlu pewarna atau diplitur.

Karena prosesnya yang alami dan butuh waktu lama dalam membuatnya, tak heran harga kacamata berbingkai kayu kualitas ekspor ini jauh lebih mahal dari harga kacamata biasa di pasaran.

Paling murah seharga 600 ribu rupiah sedangkan yang paling mahal bisa mencapai 1,5 hingga 2 juta rupiah tergantung tingkat kerumitan dari bentuk kacamata yang diinginkan pesanan.

Rumitnya proses produksi menyebabkan ia memilih mengerjakan sendiri pembuatan kacamata kayu dengan satu orang pekerja.

Rana mengaku, dalam sebulan rana hanya mampu memproduksi 60 kacamata.

Meski demikian, Rana mengaku beryukur karena para pelanggan dari dalam maupun luar negeri mengaku sangat puas dengan karyanya sehingga ia mampu meraup omset antara Rp 7 juta sampai Rp 9 juta perbulan.

Setelah satu tahun berjalan dan kacamata Rangga di unggah ke sosial media, pesanan ternyata datang tak hanya dari dalam negeri namun makin meluas hingga dari luar negeri seperti Hongkong, Ghana,hingga Amerika. (rg)



Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved