Headlines :
Home » , » Kota Mojokerto Diverifikasi Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Jawa Timur

Kota Mojokerto Diverifikasi Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Jawa Timur

Written By Satu Jurnal on Selasa, 09 Agustus 2016 | 19.28

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto beradu program dan kegiatan sebagai kota sehat dengan 36 daerah lain di Jawa Timur. Target yang dipasang, yakni memperoleh predikat Kota Sehat ‘Swasti Saba’ tingkat nasional.

Namun, untuk meraih predikat itu, kota yang mengusung tagline ‘Service City’ ini harus memenuhi sejumlah kriteria.

Untuk kepentingan ini, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Propinsi Jawa Timur berkunjung ke Pemkot Mojokerto, Selasa (9/8/2016), melakukan verifikasi lapangan penilaian kota sehat 2016.

Tim yang dipimpin Ahmad disambut Walikota Mas’ud Yunus serta Sekkota Mas Agoes Nirbito Moenasi Wasono, camat, lurah dan anggota Forum Kota Sehat Kota Mojokerto di ruang Nusantara Pemkot Mojokerto.

Ahmad menuturkan bahwa pada tahun genap tim pembina melakukan pembinaan dan verifikasi lapangan ke kabupaten/kota. Dan pada tahun ganjil terdapat penganugerahan kota sehat yaitu “Swasti Saba” tingkat nasional.

Periode ini, ada 36 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang masuk verifikasi tingkat nasional

“Kita ingin kabupaten/kota yang terpilih dalam verifikasi lapangan mendapatkan pembinaan agar jeda waktu yang ada dapat dilakukan perbaikan sehingga ada harapan untuk mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat tingkat nasional tahun 2017,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Mas’ud Yunus memaparkan program-program unggulan dibidang kesehatan, antara lain program kesehatan gratis mulai tahun 2013 dan kini diinisiasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Yang jadi unggulan, yakni pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dibesut Pemkot di era Walikota Abdul Gani Suhartono. Program yang jadi acuan nasional ini kini dipoles menjadi program PSN Terintegrasi. Hampir semua leading sector terlibat dalam model PSN Terintegrasi garapan Walikota Mas’ud Yunus tersebut.

PSN Terintegrasi, ujar Mas’ud Yunus, digawangi ratusan kader motivator kesehatan yang tersebar di setiap RW di sudut perkampungan kota dengan luas wilayah mungil tak lebih dari 16 kilometerpersegi ini.

“Tugas dari kader motivator kesehatan yakni melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pemantauan jentik nyamuk setiap hari Jumat. Disamping itu kader motivator kesehatan juga mempunyai tugas untuk memotivasi masyarakat di wilayahnya untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” terang Mas’ud Yunus.

Kader motivator juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan posyandu balita dan lansia. Juga melakukan pendataan kesehatan terkait jumlah ibu hamil, bayi, balita, status gizi dan imuniasi.

Usai penerimaan di Kantor Pemkot, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Propinsi Jawa Timur yang berjumlah tiga orang tersebut kemudian melakukan verifikasi lapangan. Antara lain mendatangi Pokja Kelurahan Balongsari, FKKS Kecamatan Magersari, TPA Randegan, Posyandu Malabar, Kampung Berseri dan pengolahan air limbah rumah tangga di lingkungan Merbabu, Pokja Kelurahan Wates Gerakan Anti Asap Rokok, ODF dan berkunjung ke Sekolah Adiwiyata SMAN 2 Mojokerto. Juga melakukan kunjungan ke Posbindu Jagalan, Sanimas Jaglor, Green House Karang Kitri dan Pokja Kelurahan Surodinawan. (one)




Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved