Headlines :
Home » » Hari Santri Nasional, Kota Mojokerto Gelar Apel, Penebalan Al Qur’an dan Dialog Budaya

Hari Santri Nasional, Kota Mojokerto Gelar Apel, Penebalan Al Qur’an dan Dialog Budaya

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 22 Oktober 2016 | 19.26

Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 650  santri dan pelajar se Kota Mojokerto mengikuti apel Hari Santri Nasional (HSN) di halaman Kantor Pemkot Mojokerto, Sabtu (22/10/2016).

Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus memimpin apel  HSN yang diikuti jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kyai dan tokoh agama dan sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kota Mojokerto tersebut.

Yang beda dengan apel pada umumnya, seluruh peserta laki-laki mengenakan baju koko memakai kain sarung serta songkok.

Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Mas’ud Yunus dalam sambutannya mengatakan, Hari Santi Nasional merupakan upaya mengenang perjuangan kaum santri dalam memerdekakan Indonesia dan mengisi pembangunan.

“Pada Hari Santri ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sejarah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut. Para santri yang dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, mengajarkan tentang arti kemerdekaan, kebhinekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia,” paparnya.

Birokrat berlatarbelakang ulama tersebut lebih jauh mengatakan, penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan agar kita semua selalu ingat untuk meneladani semangat jihad ke Indonesiaan para pendahulu kita, semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara.

“Dengan mewarisi semangat ini saya berharap kepada para santri masa kita dan masa depan baik yang di Pesantren maupun yang diluar Pesantren dan seluruh anak bangsa dapat memperkuat jiwa religius keIslaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme kebangsaan,” cetusnya.

Usai apel, kegiatan hari Santri dilanjutkan dengan Penebalan Al-Quran di Masjid As Suhada’ di Pondok Pesantren An Nawawi Jalan Gajahmada 118 yang berlokasi di depan Kantor Pemkot Mojokerto.

Penebalan ayat-ayat suci ini nantinya akan dijadikan satu dan menjadi Al-quran dengan tulisan tangan dari santri-santri Kota Mojokerto. Dalam kesempatan ini pula dilakukan pemutaran film daqwah Pesantren.

Di hadapan para santri walikota berharap  untuk semangat berjihad kepada bangsa, untuk tanah air , selalu ingat memperjuangkan kesejahteraan, keadilan, meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri serta menjaga persatuan diantara keberagaman yang ada di Indonesia dalam menghadapi tantangan.

Pemkot Mojokerto menggelar tiga agenda dalam peringatan HSN tahun ini, selain apel dan penebalan Al’Qu’ran, juga dihelat ‘Dialog Budaya Islam Nusantara’ di depan rumah dinas walikota Mojokerto, tepat di pertigaan jalan Hayamwuruk dan jalan Letkol Sumarjo. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved