Headlines :
Home » » RSUD Kota Mojokerto Kebanjiran Pasien DBD

RSUD Kota Mojokerto Kebanjiran Pasien DBD

Written By Satu Jurnal on Jumat, 07 Oktober 2016 | 23.41



Mojokerto-(satujurnal.com)
Anomali musim yang akhir-akhir ini terjadi di Mojokerto membuat populasi nyamuk Aides Aigepty tidak pernah putus. 

Akibatnya, sejak dua bulan lalu jumlah lasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto membludak.

Khusus di ruang anak Kertawijaya, pasien DBD yang ditangani rumah sakit milik Pemkot Mojokerto tersebut sejak dua bulan lalu sebanyak 102 orang pasien. 

Di bulan Agustus saja, jumlah pasien anak-anak sebanyak 57 orang pasien, bulan September sebanyak 40 orang pasien dan awal bulan Oktober ini, sudah ada lima anak yang dirawat.

dr Lena Fitri Rusdiana, dokter poli umum mengatakan, meski musim panas namun ada hujan sehingga membuat populasi nyamuk Aides Aigepty tidak putus. 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang perkembang-biakannya mayoritas hanya terjadi saat musim hujan," ungkapnya, Jum'at (7/10/2016).

Masih kata dr Lena, awal bulan Oktober saja sudah ada lima orang pasien anak yang ditanggani. Bulan September sebanyak 40 orang pasien, bahkan jumlahnya membludak di bulan Agustus yang mencapai 57 orang pasien. Pihaknya memprediksi jumlah tersebut akan terus bertambah dengan kondisi cuaca yang tak menentu.

"Dua bulan kemarin musim panas tapi masih ada pasien DBD yang banyak menyerang anak-anak. Faktor lingkungan dan cuaca menjadi penyebab berkembangan virus ini," ungkapnya. 

Pasien DBD, imbuhnya, bukan hanya warga Kota Mojokerto tapi juga ada rujukan dari rumah sakit daerah lain. Seperti Kabupaten Mojokerto dan Jombang,

Menurutnya, tingkat kesembuhan masing-masing anak berbeda, tergantung perawatan dan kondisi pasien saat masuk. 

Jika pasien datang dalam kondisi shock, lanjut dr Lena, bisa sampai satu minggu. 

Ditegaskan, saat pasien mengalami panas tinggi ini belum tentu terserang DBD. Karen bintik-bintik merahpun bisa muncul, bisa tidak, namun trombosit sudah pasti turun.

"Di tengan cuaca yang tak menentu ini, kita himbau masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing dan lakukan PNS. Jika masyarakat semua sadar maka akan putus mata rantai sehingga nyamuk tidak bisa berkembang biak. Karena cuaca tidak menentu sehingga tidak bisa diprediksi," urainya.

Salah satu ibu pasien Al Ishar (3,9), Khusnul Khotimah (32) mengatakan, jika anak keduanya tersebut diketahui panas sejak Rabu (4/10/2016) lalu. 

"Rabu malam panas sampai 41,7 derajat celcius, saya bawa ke puskesmas tapi tidak turun-turun. Sebelumnya katanya types tapi baru tahu deman, rabu kemarin itu," tegas warga Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. (wie)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved