Headlines :
Home » » Bulog Pasang Target 600 RPK

Bulog Pasang Target 600 RPK

Written By Satu Jurnal on Jumat, 09 Desember 2016 | 23.36


Mojokerto-(satujurnal.com)
Bulog Sub Divre V Surabaya Selatan kian inten mensosialisasikan program Rumah Pangan Kita (RPK) seriing kian besarnya animo masyarakat untuk menjadi mitra Bulog untuk menjadi agen sembako dalam program besutan BUMN tersebut.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre V Surabaya Selatan, Anita Andreani mengatakan, sejak dilaunching bulan Mei 2016, grafik RPK terus naik. Hingga awal Desember ini sudah berdiri 87 RPK
di wilayah Bulog Sub Divre V, Kota / Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang tersebut.

Sementara pengajuan menjadi agen RPK terus mengalir.

"Target kami berdiri 600 RPK di wilayah Sub Divre V," kata Anita usai sosialisasi RPK yang diikuti agen dan calon agen RPK di Kantor Bulog Sub Divre V, jalan raya RA Basuni, Sooko , Mojokerto, Jum'at (9/12/2016).

RPK merupakan agen yang menyediakan sembilan bahan pokok (sembako) yang didistribusi oleh Bulog. Keberadaan RPK ini berada di lingkungan masyarakat, minimal di tingkat RW (Rukun Warga).

Kian tumbuhnya RPK, ujar Anita, tidak lepas dari konsistensi ketersediaan stok barang dengan harga standar.

"Sebagaimana tujuan pendirian RPK yang difungsikan memutus mata rantai logistik sembako ke masyarakat. Sehingga harga bisa lebih murah dan terjangkau," imbuhnya.

Jadi, katanya lebih lanjut, RPK didirikan juga untuk menstabilkan harga pasar serta pelayanan produk sembako, antara lain beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih.

Dalam RPK ini, warga di tingkat RW bisa melakukan pengajuan, kemudian diseleksi oleh tim Bulog. Setelah lolos seleksi akan menjadi mitra Bulog dalam penjualan produk sembako.

Syarat jadi agen sembako RPK relatif ringan. Selain lokasi berupa tempat pribadi yang tidak perlu menyewa, juga modal usaha sebesar Rp 5 juta.
Agen sembako RPK tidak perlu menambah biaya ekstra, karena sebagai mitra, transportasi dan logistik pengiriman barang ditangani Bulog.

Pengelola RPK hanya melakukan penjualan produk dengan harga yang sudah ditentukan dan tetap ada keuntungan bagi pengelola.

"Kemudahan-kemudahan dan keuntungan yang diperoleh pengelola RPK itulah yang dilirik calon pengelola," tukasnya.

Endang Tatik, pengelola RPK di wilayah desa Jabon, kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengutarakan, produk RPK diminati warga karena harga terjangkau dengan kualitas yang relatif baik.

"Banyak tetangga yang menjadi pelanggan fanatik RPK," katanya.

Dalam catatan Bulog, pengelola RPK ini merupakan salah satu mitra dengan omzet relatif tinggi.

Seperti halnya RPK yang dikelola Sukamto; warga lingkungan Balongrawe Baru, kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang juga menjadi salah satu pengelola RPH terbaik. Warga sekitar, menurut Sukamto cenderung memilih produk RPK, karena kualitas dan harganya.

"Harga produk RPK sangat bersaing dengan pasar. Tidak murah banget tapi tidak mahal," katanya.

Ibu Elli, salah satu pelanggan warung milik Sukamto mengaku lebih bisa berhemat dengan membeli produk RPK. "Ada selisih harga dibanding beli di pasar, seperti beras, gula dan minyak goreng harganya lebih murah di RPK. Kelebihan dari selisih ini kalau dikumpulkan selama satu bulan misalnya, cukup lumayan juga angka rupiahnya," ungkapnya. (one)








Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved