Headlines :
Home » » Dinas PUTR Tak Kunjung Gelar Tender Proyek Fisik, Dewan : Jangan Sampai Amburadul Lagi

Dinas PUTR Tak Kunjung Gelar Tender Proyek Fisik, Dewan : Jangan Sampai Amburadul Lagi

Written By Satu Jurnal on Kamis, 04 Mei 2017 | 19.13


Mojokerto-(satujurnal.com)
Pencanangan tahun 2017 sebagai tahun infrastruktur Kota Mojokerto oleh Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus mulai dipertanyakan kalangan Dewan setempat. Pasalnya hingga memasuki tribulan kedua tak satu pun proyek fisik yang tergarap. Semua proyek besar bernilai puluhan miliar jalan ditempat. Sebagian lagi gagal lelang. Alasan yang mengemuka, Unit Layanan Pengadaan (ULP) menghadapi trouble sistem pelelangan dalam e-lelang.

Sikap ‘adem ayem’ Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Mojokerto dinilai Dewan kontraproduktif dengan kebijakan Walikota Mas’ud Yunus yang berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur.

Komisi II DPRD Kota Mojokerto yang turun lapangan melakukan sidak di kantor PUTR, Kamis (4/5/2017)  mengaku hanya mendapat penjelasan dari Kepala Dinas PUTR, Wiwit Febriyanto soal kendala hingga tersendatnya proyek-proyek besar.

“Sama sekali tidak ada progres, karena memang sampai memasuki bulan Mei atau mendekati pertengahan tahun tidak satu pun proyek fisik yang digarap,” ungkap Ketua Komisi II, Aris Statrio Budi usai sidak yang digelar secara tertutup antara petinggi PUTR dan Dewan tersebut.

Komisi yang membidangi perekonomian dan pembangunan itu menurut Aris Satrio Budi khawatir, proyek-proyek fisik bakal amburadul lagi, karena digarap menjelang tutup tahun, seperti halnya beberapa mega proyek yang dikerjakan mendekati tutup tahun.

"Jangan sampai proyeknya tak jalan. Harusnya dilakukan bertahap sesuai rencana mulai awal tahun sehingga hasilnya maksimal," lontar Aris.

Disebut Aris, argumen Wiwiet soal mandegnya lelang proyek akibat aplikasi dalam LPSE error tidak harus menjadi alasan krusial. “Kan bisa dititipkan di LPSE Propinsi Jawa Timur,” singgung politisi PAN tersebut.

Sementara itu, menjawab tudingan ULP Kota Mojokerto sebagai biang leletnya proses lelang, Kabag Administrasi Pembangunan yang juga Ketua ULP Agus Heri Santoso menepisnya.
"Memang aplikasi versi 4 kita sempat error, namun sudah aktif mulai awal bulan ini," katanya.

Agus mengungkapkan, dari ratusan proyek PUTR, instansi itu hanya menyorong lima proyek saja untuk dilelang.

 "PUTR hanya menyorong lima proyek seperti RPH (Rumah Potong Hewan), pagar TPA, dan Kantor Kecamatan Kranggan. Itupun berkasnya kita kembalikan karena dokumennya tidak lengkap," jelasnya.

Ditandaskan, dokumen lelang proyek-proyek itu harus direvisi karena adanya perubahan harga satuan pengadaannya.

"HSP nya harus revisi karena harganya sudah berubah. Dan sejak Januari PU hanya mengajukan lima proyek saja dari ratusan proyek," bebernya. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved