Headlines :
Home » » Daftar Cawawali PDI Perjuangan, Indro Tjahjono Dikawal Ratusan KONCI

Daftar Cawawali PDI Perjuangan, Indro Tjahjono Dikawal Ratusan KONCI

Written By Satu Jurnal on Kamis, 22 Juni 2017 | 02.16

Indro Tjahjono (kemeja putih) bersama pendukungnya usai daftar cawawali
Mojokerto-(satujurnal.com)
Indro Tjahjono, PNS Pemkot Mojokerto yang kini menjabat Kabid Perdagangan, Disperindag Kota Mojokerto memilih pensiun dini sebagai pegawai negeri sipil (PNS) untuk maju dalam Pilwali Mojokerto 2018 mendatang. Alasan ia, agar lebih fokus kala running di ajang pesta demokrasi di tingkat lokal tersebut.

Soal itu diutarakannya sesaat setelah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wakil walikota Mojokerto PDI Perjuangan di kantor partai, jalan Tropodo H-3, Meri, Rabu (21/6/2016)

“Saya mendaftarkan diri sebagai calon wakil walikota di bursa yang dibuka PDI Perjuangan. Agar lebih fokus menjadi kontestan Pilkada, maka saya memilih untuk pensiun diri dari PNS, meski seharusnya baru tahun depan saya pensiun,” kata Indro.

Pengajuan pensiun dini, lanjut pencipta  sejumlah lagu pembangunan untuk Kota Mojokerto tersebut, sudah saya sampaikan bulan Mei lalu. “Terhitung 1 September nanti saya sudah tidak bekerja lagi. Jadi saya tidak menunggu rekom baru pensiun,” sergahnya.

Ketua Persatuan Angkat Besi Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Mojokerto ini menyebut, keinginan kuat untuk menjadi wakil kepala daerah, tak lain untuk membangun Kota Mojokerto lebih baik lagi.

“Agar terwujud birokrasi pemerintahan yang melayani, jujur, berani dan inovatif,” tandasnya.

Meski demikian, ia mengaku maju di pentas Pilwali bukan atas kemauannya, namun dorongan arus bawah, terutama pelaku usaha di sektor informal.

“Ini atas dorongan teman-teman PKL, IKM dan UKM juga warga kota yang bekerja di sektor informal,” kata juri berbagai festival paduan suara tersebut.
.
Indro datang mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wakil walikota dikawal ratusan PKL yang mengendarai sepeda motor serta puluhan tukang becak.

Mereka, para pendukung pria kelahiran 1960 tersebut membentang spanduk dengan tagline ‘KONCI’, akronim Koncone Indro (teman Indro). Spanduk antara lain bertuliskan ‘Ini Lho Bapake PKL, Konci’, Iki Lho Wakile Wong Cilik mewarnai kedatangan salah satu calon kontestan Pilwali tersebut.

Nurhadi, ketua paguyuban PKL Alun-alun mengatakan, ia dan ratusan sejawatnya berharap banyak terhadap sosok Indro yang disebutnya peduli pada nasib pelaku usaha sektor informal.

“Harapan kita, Kota Mojokerto dipimpin orang-orang baru yang sangat mengerti warga masyarakat kecil, PKL yang peduli nasib kami. Kami sudah bosan dibohongi,lahan disugur bukan ditata. Dan yang merespon, hanya Pak Indro,” cetus dia.

Senada juga diutarakan Dayak, ketua paguyuban pedagang Joko Sambang di kawasan Benpas. Bahkan secara tandas ia menyebut, yang mencalonkan Indro sejatinya PKL.

“Kami yang mencalonkan (Indro) sebagai calon W-2 (sebutan untuk jabatan wakil walikota Mojokerto),” katanya.

Indro dinilainya sebagai abdi negara yang peduli terhadap nasib PKL. Dayak pun menggambarkan, tatkala bedak PKL Joko Sambang roboh tersapu angin, tidak ada pihak yang peduli, kecuali Indro yang turun langsung di lapangan. “Karena kependuliannya itulah kami siap mendukung KUNCI,” cetusnya.

Untuk mendapatkan rekom PDI Perjuangan, Indro bersaing dengan empat kandidat lainnya. Dua kandidat berlatarbelakang pekerjaan sama dengan dirinya, yakni Harlistyati,Kepala Bappeko Kota Mojokerto dan Firtian Judiswardarta, PNS Pemprov Jatim. Dua kandidat lainnya dari internal partai, yakni ketua dan bendara DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Febriana Meldiawati dan Santoso Bekti Wibowo. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved