Headlines :
Home » » Lahir Dari Sejarah Kelam, Ponpes Darul Ulum Jadi Tempat Penggemblengan Laskar Hisbullah

Lahir Dari Sejarah Kelam, Ponpes Darul Ulum Jadi Tempat Penggemblengan Laskar Hisbullah

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 10 Juni 2017 | 01.17

Jombang-(satujurnal.com)
Ponpes pesantren (ponpes) memang dikenal sebagai sebuah tempat pendidikan agama Islam. Namun di ponpes Darul Ulum Jombang  pernah dijadikan sebagai tempat berkumpulnya para tentara pejuang kemerdekaan. Bahkan perjuangan dari pesantren ini juga sempat menimbulkan kenangan pahit diantaranya tertembaknya seorang tokoh pengasuh oleh tentara Belanda.

Ponpes Darul Ulum, Rejoso Peterongan, Kabupaten Jombang terletak di ujung timur gerbang perbatasan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Mojokerto. Ponpes ini berdiri di masa pendudukan kolonial Belanda tahun 1885.

Di awal berdirinya, ponpes Darul Umum ternyata memiliki sejarah yang cukup kelam. Pesantren ini bermula dari sebidang tanah di Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Di masa itu, tempat ini merupakan lembah hitam para penjahat bersarang, yang masih berupa hutan. Para penduduknya kerap berbuat onar. 

Karena keteguhan hati dan kesabarannya, KH Tamim Irsyad berhasil melakukan dakwah dan mampu merubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dengan membangun surau atau masjid. KH Tamim juga mendirikan asrama bambu, untuk para santri mengaji dan memperdalam ilmu agama.

Bahkan asrama bambu yang kini masih berdiri bangunan kokoh  juga pernah menjadi tempat pendidikan militer para Laskar Hisbullah  dan Laskar Hisbul Whaton.

Selain itu asrama ini juga pernah menjadi markas serta gudang senjata bagi para pejuang penentang penjajah Belanda.

Selain bangunan asrama bambu yang masih lestari, jejak sejarah berdirinya ponpes pesantren ini juga nampak dari keberadaan masjid yang berada di tengah ponpes. Masjid berarsitek Demak yang dibangun sejak abad 19 ini juga tampak masih dipertahankan.

Salah satu pengasuh ponpes pesantren Darul Ulum Rejoso KH Cholil Dahlan mengatakan, ponpes pesantren Darul Ulum berdiri, tak lepas dari perjuangan  kemerdekaan bangsa.

Selain menjadi pusat penggemblengan Laskah Hisbullah pada masa penjajahan Belanda, ponpes ini juga sempat dijadikan sebagai gudang senjata para pasukan Indonesia.

Bahkan,salah satu tokoh dari pesantren ini yakni Kiai Haji Cholil Al- Juremi,  meninggal dunia setelah ditembak oleh tentara Belanda saat akan menjalankan shalat.


Kini,ponpes ini terus dipertahankan demi mendidik generasi bangsa Indonesia yang islami.(rg)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved