Headlines :
Home » » Muncul Tiga Bakal Calon Perempuan di Bursa Pilwali Mojokerto 2018

Muncul Tiga Bakal Calon Perempuan di Bursa Pilwali Mojokerto 2018

Written By Satu Jurnal on Minggu, 11 Juni 2017 | 00.59

Ika Puspitasari                         Harlistyati                                Febriana Meldyawati
Mojokerto-(satujurnal.com) 
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung 2018 bagi Kota Mojokerto merupakan moment pesta demokrasi yang ketiga. Pertama kali Pilwali langsung digelar tahun 2008 silam. Kedua tahun 2013.

Di dua Pilwali langsung itu, perempuan absen di bursa kandidat calon walikota maupun calon wawalikota. Namun di laga Pilwali Mojokertao tahun depan, langgam politik rupanya tidak lagi bercorak maskulin.

Setidaknya, saat ini sudah ada tiga sosok perempuan yang siap mengambil peran politik pilkada. Dua diantaranya merupakan pimpinan partai politik di daerahnya. Seorang lagi, birokrat di tubuh Pemkot Mojokerto.

Febriana Meldyawati, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto sudah mengajukan diri sebagai bakal calon wakil walikota Mojokerto.

Melda, sapaan karib Febriana Meldyawati mengaku mencalonkan diri karena masuk dalam penjaringan internal partainya.

“Saya mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil walikota dari hasil penjaringan internal partai. Jadi Murni usulan dari bawah,” terangnya, Sabtu (10/6/2017).

Legislator daerah yang mengendalikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mojokerto itu harus bersaing dengan Harlistyati, Kepala Bappeko Kota Mojokerto yang juga melamar di kandang PDI Perjuangan dengan mengambil posisi yang sama dengan posisi yang diincarnya.

Harlityati, PNS yang mulai menapaki karir sebagai abdi negara duapuluh enam tahun silam itu menyatakan kesiapannya menjadi pendamping Mas’ud Yunus, petahana yang sudah mengajukan diri sebagai calon walikota PDI Perjuangan, beralasan ingin melanjutkan konsep pembangun Kota Mojokerto menjadi lebih baik.

Sementara itu, belakangan muncul nama Ika Puspitasari, sosok berlatarbelakang organisatoris yang memegang kendali sebagai pucuk pimpinan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Mojokerto itu bakal meramaikan Pilwali 2018.

Santer beredar kabar, Ita, sapaan akrab adik kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha tersebut akan berduet dengan Suyitno, petahana wakil walikota yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Kota Mojokerto. Ita mengambil posisi calon walikota, sedangkan Suyitno di posisi calon wakil walikota.

Namun, duet Ita – Suyitno ini baru sebatas kabar yang menyeruak di publik. Ini tidak lepas dari sikap politik Suyitno yang tidak lagi bergabung dengan partai yang mengusungnya dalam Pilwali 2013 silam. Karena ia tidak mengambil formulir pendaftaran calon kepala daerah di kantong PDI Perjuangan.

Dan lagi, diperlukan format koalisi untuk mengantar pasangan itu bisa running Pilwali. Partai Nasdem yang tidak memiliki wakil di tubuh Dewan setempat hanya akan menerima bola politik yang akan dimainkan Partai Golkar yang harus membangun koalisi dengan partai lain yang memiliki wakil di Dewan. Ini karena aturan KPU menyebutkan, satu tiket Pilwali Kota Mojokerto sebesar 20 persen dari keterwakilan parpol atau gabungan parpol di Dewan setara dengan 5 kursi Dewan.. Sementara Partai Golkar hanya memiliki tiga kursi harus menggandeng partai lain yang ada di Dewan agar tiket untuk Ita – Suyitno terwujud.

Keinginan tiga sosok perempuan berlatarbelakang politikus dan birokrat untuk ikut dalam kontestasi politik dalam Pilwali 2018 mendatang merupakan angin segar politik lokal Kota Mojokerto.


Dimungkinkan pula, dalam rentang waktu hingga pendaftaran bakal calon kepala daerah dibuka KPU setempat, akan muncul figur perempuan lainnya yang akan meramaikan arena Pilwali Mojokerto. Karena, selain Melda, ada lima politikus perempuan dari partai berbeda yang kini duduk di DPRD Kota Mojokerto yang berpotensi meramaikan panggung Pilwali. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved