Headlines :
Home » » Maju Pilgub Jatim, La Nyalla Siapkan Konsep Nyallanomic

Maju Pilgub Jatim, La Nyalla Siapkan Konsep Nyallanomic

Written By Satu Jurnal on Jumat, 14 Juli 2017 | 00.26


Mojokerto-(satujurnal.com)
La Nyalla Mahmud Mattaliti, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur yang memastikan diri maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 sudah menyiapkan konsep yang ia sebut Nyallanomic.
Konsep yang ia godok di lembaga La Nyalla Academia itu menurutnya bukan antitesa dari kebijakan yang telah dijalankan Pemprov Jatim era Soekarwo – Saifullah Yusuf, namun merupakan penajaman dan fokus yang lebih tepat dan terukur dari gagasan 'Jawa Timur Makmur'.
“Kalau Soekarwo – Syaifullah Yusuf menelurkan ‘APBD untuk Rakyat’, Nyallanomic lebih tajam, yakni APBD untuk Rakyat Miskin,” ujar La Nyalla, di Mojokerto, Kamis (13/7/2017) petang.
Bagi Nyallanomic, lanjut Ketua Kadin Jatim ini, ada perbedaan mendasar yang sangat substansial dalam kerangka kebijakan pembangunan antara penggunakan kata rakyat dengan rakyat miskin.
Sementara gagasan besar Nyallanomic, disebut La Nyalla, menempatkan pentingnya keadilan sosial. Bahkan menjadikan keadilan sosial sebagai harga mati yang harus diterapkan untuk menuju ‘Jawa Timur Makmur’.
“Karena dalam gagasan Nyallanomic, semua orientasi kebijakan pembangunan mutlak didasarkan kepada landasan filosofi Keadilan Sosial. Sehingga semua gagasan itu Pro Poor, Pro Job dan Pro Growth,” urainya.

Ditandaskan La Nyalla, lantaran gagasan besar itu pula yang kian membulatkan tekadnya untuk running Pilgub Jatim.

Pria berdarah Bugis yang dikenal sebagai tokoh populer di Jawa Timur ini pun menyatakan akan menjadi kontestan Pilgub melalui jalur partai politik (parpol).

“Saya kader Gerindra, meski bukan pengurus. Tentunya saya akan maju Pilgub lewat jalur parpol,” tandas La Nyalla.

Selain mendapat lampu hijau dari partai besutan Prabowo Subianto itu, ia mengaku sudah membangun komunikasi dengan parpol lain untuk kepentingan Pilgub. “Saya sudah komunikasi dengan PAN dan PKS,” katanya.

Namun, jika tiket jalur parpol tidak ia peroleh, maka opsi jalur independen yang ia pilih. 

“PP (Pemuda Pancasila) di Jatim mengakar. Saya tidak nyuruh pun anggota PP sudah menyiapkan sendiri (untuk kepentingan dukungan jalur independen),” ujarnya.

Menurutnya, diperlukan sekitar 2 juta KTP dukungan untuk melenggang ke panggung Pilgub Jatim.

“Dua juta itu sedikit. Kekuatan PP saja tidak kurang dari 500 ribu jiwa. Jadi bukan hal yang sulit untuk mendapatkan dukungan hingga 2 juta KTP,” sergahnya.

Yang pasti, kata La Nyalla lebih jauh, saya tetap maju. 

“Kita ini punya cita-cita, kalau cita-cita ingin mensejahterakan Jatim itu cita-cita yang baik. Melalui konsep Nyallanomic dengan tekanan pada APBD untuk Rakyat Miskin,” ujarnya.

Ia yang mencium indikasi calon tunggal dalam dalam Pilgub Jatim mendatang menyatakan tidak sepakat. 

“Itu (calon tunggal) sudah menciderai demokrasi. Sangat menciderai. Jadi ndak mungkin lah. Seolah krisis kepemimpinan saja. Kan aneh kalau Jawa Timur dengan penduduk 40 juta jiwa tidak ada pemimpin yang baik. Makanya saya maju Pilgub untuk ‘menentang’ calon tunggal itu,” tandas pria yang belakangan inten ke pondok-pondok pesantren tersebut. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved