Headlines :
Home » , » Pesta Gizi Bakar Sate Massal, Cara Pemkot Mojokerto Rayakan Idul Adha dan Atraksi Wisata

Pesta Gizi Bakar Sate Massal, Cara Pemkot Mojokerto Rayakan Idul Adha dan Atraksi Wisata

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 02 September 2017 | 21.20

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pesta Gizi Bakar Sate yang melibatkan puluhan kelompok peserta kembali digelar Pemkot Mojokerto, Jum’at (1/9/2017) petang.

Berbeda dengan sebelumnya, di agenda tahunan menyambut Hari Raya Idul Adha yang memasuki tahun keempat itu beragam tema diusung peserta dari unit-unit kerja Pemkot Mojokerto, kelompok PKK, sekolah, ormas keagamaan dan lainnya. Ini untuk membedakan nama citarasa sate antar peserta.

Namun, ada beberapa peserta yang menamakan sate olahannya jauh dari urusan kuliner, seperti ‘Sate Dari Gua Hantu’ milik TP PKK Kota Mojokerto. Ada juga ‘Sate Astronot’ yang digelar Diskominfo Kota Mojokerto.

Juri pesta akbar bakar sate massal yang memberi penilaian tidak saja untuk sajian dan citarasa sate namun juga rupa stan dan penampilan unik peserta tak pelak memacu setiap peserta untuk menampilkan yang menarik, dari bakaran sate yang dihias hingga kostum yang dipadupadankan dengan nama daging yang dipotong dadu dijajar dalam tusukan bilahan bambu itu.

Kreativitas peserta pesta tahunan yang diinisiasi Disporabudpar setempat ini pun diapresiasi Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus. Orang nomor wahid yang meninjau setiap stan peserta bersama unsur Forpimda itu acap mengacungkan jempol kala harus terhenti di pesta yang dihampar di sepanjang jalan Gajahmada , depan perkantoran Pemkot Mojokerto tersebut.

“Makin unik dan kreatif,” ujar Mas’ud Yunus menilai performa peserta.

“Pesta gizi ini adalah satu simbol kepedulian terhadap sesama. Tidak peduli kaya atau miskin bisa bersama-sama merasakan makan sate daging bersama. Ini merupakan bentuk kebersamaan yang harus kita jaga untuk menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan warga Kota Mojokerto,” kata Mas’ud Yunus.

Dengan pesta gizi ini Kiai Ud, sapaan birokrat ulama tersebut, berharap akan semakin meningkatkan solidaritas sesama, karena makna dari perayaan hari raya kurban adalah untuk kepedulian sesama dan pemerataan kesejahteraan.


Juga, lanjut Kiai Ud, ajang pesta gizi punya tujuan, selain syiar Idul Adha, juga merupakan atraksi wisata sekaligus untuk  pengembangan wisata kuliner. “Dari pesta gizi  tusuk sate ini, kita harapkan Kota Mojokerto jadi destinasi wisata kuliner," ujarnya. (one) 
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved