copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Program Rekruitmen Difabel Kota Mojokerto Mandul, Dewan : OPD Mestinya Malu dengan Swasta

foto ilustrasi (doc.istimewa)

Mojokerto-(satujurnal.com)
Jaminan hak difabel di dunia kerja melalui progam pengangkatan tenaga kerja difabel di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditelurkan Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus masih jalan ditempat.

Hampir dua tahun program itu bergulir, baru tiga OPD yang merekrut tenaga kerja berkebutuhan khusus tersebut.

“Sampai saat ini baru tiga OPD yang merekrut tenaga kerja difabel,” terang Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskoumnaker) Kota Mojokerto, Hariyanto, Kamis (17/5/2018).

Tenaga kerja difabel yang direkrut itu, ujar Hariyanto, bersertifikat komputer hasil pelatihan pihaknya.

“Ada 25 (difabel) yang mengikuti pelatihan komputer, 15 bahkan orang lolos seleksi nasional. Tentunya mereka ini sudah siap di dunia kerja. Semestinya, mereka terekrut di setiap OPD. Tapi sampai saat ini baru tiga OPD yang merespon program Walikota itu ,” sergahnya.

Disebutnya, ketiga OPD itu satu di instansi yang dipimpinnya sendiri, selebihnya Dinas Sosial dan Balitbang setempat.

Diakui Hariyanto, penyaluran difabel bukan hal yang mudah. Selain dari sisi keterbatasan yang bersangkutan, juga kendala dari orang tua mereka.

“Tidak banyak orang tua penyandang difabel yang mengijinkan anaknya bekerja. Petimbangannya, ya macam-macam,” imbuhnya.

Justru angin segar datang dari perusahaan swasta. Sejumlah perusahaan swasta di Kota Mojokerto merekrut mereka. “Terlepas ada kewajiban yang diatur dalam undang-undang, setiap perusahaan yang mempekerjakan sedikitnya 100 tenaga kerja, harus mempekerjakan setidaknya satu persen tenaga kerja difabel, namun ditampungnya para penyandang difabel ini merupakan kemajuan tersendiri di dunia kerja Kota Mojokerto,” ujar dia.

Ia berharap, OPD yang belum menjawab tantangan dalam program nantinya merekrut tenaga difabel sesuai program terobosan Walikota Mas’ud Yunus tersebut, seperti halnya yang dilakukan perusahaan swasta.

Disisi lain,  anggota DPRD Kota Mojokerto Denny Novianto berharap OPD mensukseskan program rekrutmen difabel.

"OPD mestinya malu dengan swasta.  Masak perusahaan-perusahaan saja menggunakan tenaga difabel namun OPD nya yang berhubungan langsung dengan walikota malah mengabaikannya.  Ini kan kontra produktif namanya,"  sindir politisi Partai Demokrat tersebut.

Menurutnya, apabila ada rekruitmen Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga difabel harus pula diberi peluang. "Sebagai warga Negara mereka juga mempunyai hak yang sama.  Dan mereka harus diberi peluang yang sama juga,"  tekan Denny. (one)
.

uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang
Labels: ketenagakerjaan

Terima Kasih Telah Membaca Program Rekruitmen Difabel Kota Mojokerto Mandul, Dewan : OPD Mestinya Malu dengan Swasta. Silahkan Berbagi...!

0 Comment for "Program Rekruitmen Difabel Kota Mojokerto Mandul, Dewan : OPD Mestinya Malu dengan Swasta"

Back To Top